Tag Archives: Black Macho

Fanatik Brand atau Produk itu sendiri?

8 Jul

Kalau ada pertanyaan di atas, saya jawab: Saya fanatik sama produk itu sendiri! Meskipun ada lain hal yang mempengaruhi saya akhirnya memilih produk karena brand-nya itu sendiri. Tapi itu kecil banget.

Ya, karena tidak semua si pemilik merk ‘menelurkan’ produk yang sesuai atau sehati dengan keinginan kita. Kalau sudah begini, kita bisa mudah pindah ke lain hati. Ke brand kompetitor.

Tapi kalau sudah fanatik sama produk itu sendiri, pasti tuh dikongkrongin dan ditunggu versi update-nya (atau facelift). Nah masalahnya kalau si versi update-nya kagak nongol-nongol? Apakah akan pindah ke lain produk lain brand?

Hmmm… time will tell kalau begitu. Seberapa sabar si empunya melihat perkembangan yang terjadi. Kalau itu mah akhirnya tergantung cinta.

Saya sendiri fanatik sama si Black Macho. Seberapa banyak produk di brand lain muncul, kalau sudah fanatik saya gak perduli. Meskipun lebih canggih. Malahan saya kadang marah sendiri, kalau versi update gak muncul-muncul.

So, brand H, Y, S, K, atau B pun menelurkan produk canggih, saya tetap fanatik sama Black Macho!

si kasep Black Macho: I'm your biggest fan!

Check this Out. Saya fanatik sama motor yang ada video ini

 

Eh, tapi jangan bilang siapa-siapa ya. Yang bisa menyaingi si Black Macho ternyata si imut Piaggio (Vespa) LX150 atau Kymco Like 150 atau SYM Fiddle II. Kayaknya bakalan dikawinkan deh sama salah satu dari ketiga dara cantik di atas.

Pasangan mendatang: Siapa ya?

SYM Fiddle II v Kymco Like 150: berebut hati

Vespa LX 150 ie

Sekali lagi, untuk memilih salah satu, saya tidak fanatik sama Brand itu (baik itu SYM, Kymco, ataupun VESPA). Saya ikuti hati ini memilih. Fanatik yang mana nih …. (Fiddle II atau LIKe 150 ataukah LX 150?)

Advertisements

Three more years with TVS Apache RTR 160

8 Jul

Postingan telat. Sebenarnya anniversary bersama Black Macho adalah 27 Mei 2011 lalu. Namun karena berbagai macam hal, saya baru menuliskan pengalaman bersama si Blackie sekarang.

Memang tidak terasa jika kita menikmati bersama-sama dalam suka maupun duka, jika didasari dengan rasa ‘cinta’. Saya pernah menuliskan dengan judul sejenis, dari 1 tahun dan 2 tahun my history with si Blackie ini. Bagi yang mengikuti Blog dari 2-3 tahun lalu mungkin sedikit mengingat rentetan tulisan saya tersebut.

  • Dalam kurun 27 Mei 2010 – 2011, Alhamdulillah tidak sampai pernah jatuh (lagi) atau menyenggol motor lain sekalipun.
  • Kondisi cat atau bodi masih seperti dulu (saat 1 tahun).
  • Lampu kecil mati satu (sebelah kanan) baru-baru ini. Belum sempet ganti. Jika ganti, berarti ini yang pertama.
  • Accu, masih juga tokcer. Sekali starter langsung nyala. Meskipun pernah si Blackie istirahat di rumah 2 harian.
  • Ban, sekitar Juli tahun lalu ganti. Yang depan dengan Corsa 110/90-17 M/C 54S. Sedangkan yang belakang dengan X-worm 120/80-18. Sampai saat ini tidak menemui masalah. Its Fixed!
  • Speedo digital, masih OK.
  • Konsumsi BBM secara rata-rata harian adalah 1:40 – 1:42. Relatif menurun dibandung saat masih 1 tahun pertama (1:48 – 1:50). Mungkin pengaruh ban barangkali. Ehya, sejak harga Pertamax naik di atas 8000/liter, saya pakai campuran, Pertamax Plus (4/7 bagian) dan Premium (3/7 bagian). Sehingga jika ingin mengisi 10 liter tinggal kalikan saja faktor tersebut.
  • Untuk tahun ketiganya saya menggunakan Oli Shell Advance VSX 10W-40. Mantab nih. Walaupun masih ada sedikit kesulitan di perpindahan persnelling ke netral.
  • Service menengah saya alami, Maret 2011 lalu saat dibongkar komstir karena bunyi saat rem. Begitu juga mesin yang ada bocor oli di bagian penutupnya. Kasus yang sering dialami oleh rider-rider Apache lainnya. Hasilnya? Bunyi saat pengereman masih ada ūüė¶
  • Tepat 3 tahun (sebulan lalu), KM yang telah dilahap adalah 24.558. Rata-rata bulanan di bawah 1000KM (tepatnya 682KM/bulan).

Resume:

  • Mesin masih OK. Top deh!
  • Masalah yang menghinggap hingga saat ini adalah perpindahan gigi ke netral. Saya kadang kesulitan memindahkan ke netral saat berhenti di lampu merah. (Kalau saat parkir sih, tinggal mesin matikan .. lalu netralkan, gampang).
  • Untuk TMCI nih, sparepart yang bersifat slow moving sulit didapat dalam keadaan ready stock. Harus indent. Harus pesan, dan kalau perlu DP dulu. Padahal ini penting. Ini bisa merusak reputasi dan nama TMCI.

Saya masih merasa banyak yang bisa saya ceritakan. Tapi picture tells a lot. Berikut penampakan si Blackie after more than three years!

TVS Apache RTR 160 - black macho

TVS Apache RTR 160 - black macho side view

TVS Apache RTR 160 - black macho rear view

TVS Apache RTR 160 - black macho another rear side view

TVS Apache RTR 160 - black macho rear side view

TVS Apache RTR 160 - black macho front side view

Speedo Digital menunjukkan 24.558 KM yang telah dilahap