Renungan for Today

27 Jul

Pada jaman dahulu seorang pria dari Chu menjatuhkan pedang miliknya yang bagus ke air secara tidak sengaja karena adanya goncangan pada perahu yang dinaikinya.

“Oh tidak”, dia bersedih, “Apa yang bisa aku lakukan?”.

Mendengar hal itu, sang nahkoda kapal berkata, “Itu tidak masalah, saya akan terjun dan mengambilnya” .

Namun dia bimbang sesaat dan akhirnya berkata, “Itu tidak dapat dilakukan karena air ini dingin dan dalam. Namun saya memiliki ide yang cemerlang.”

Lalu dia mengambil sebuah pisau dan memberi tanda di sisi perahu pada tempat dimana pedangnya terjatuh. “Semuanya beres”, katanya kemudian.

Ketika perahu merapat, pria tersebut membuka bajunya dan langsung menyelam ke dalam air untuk mencari pedangnya pada tempat dimana dia memberi tanda. Sudah tentu dia tidak mendapatkannya.

Akhirnya dia muncul kepermukaan dan bergumam, “Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak dapat menemukan pedangku di air dibawah tempat aku memberi tanda?”. Tawa meledak diantara para penumpang.

Akhir kata, ada satu kesimpulan yang bisa ditarik, yaitu seseorang tidak boleh terlalu keras kepala terhadap pendiriannya, namun dia harus dapat membuat perubahan sesuai keadaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: