Persiapan Pameran bersama di PT DI

7 Jul

hari itu, Senin 6 Juli 2009 saya mendapat tugas menyiapkan pameran bersama di PT Dirgantara Indonesia (dulu dikenal IPTN). Pameran bersama ini sebenarnya dalam rangka kaitan penyerahan 40 Panser dari PT Pindad ke Menhan yang dilakukan oleh Presiden SBY. Yang ditetapkan tempatnya di PT DI ini.

Pameran rencananya diikuti oleh PT LEN, Lapan, ITB, BPPT, PINDAD, PT DI, PT Gahana. Berikut hasil jepretan sebagian kecil dari persiapan pameran. Acaranya jadi Jumat, 10 Juli 2009 pukul 10.00

suasana di dalam hanggar

suasana di dalam hanggar

persiapan dari masing masing instansi

persiapan dari masing masing instansi

keren banget panser 40 berjejer

keren banget 40 panser buatan PT PINDAD berjejer

closer i get

Bangganya kita bisa buat panser. closer i get

nampang di badan pesawat

Last but not least, nampang di badan pesawat punyanya TNI AU

15 Responses to “Persiapan Pameran bersama di PT DI”

  1. Jonny July 8, 2009 at 6:36 pm #

    Waduh bangganya buatan Indonesia… coba buat motor atawa mobil ya… Semoga ada motor dengan label AWG sporty (alias Awiguna Sporty) he..he….

  2. aWi July 9, 2009 at 2:10 pm #

    hehehe, bisa aja kang Jonny.

    Ya, bangga lo kita bisa buat Panser….

  3. indrajit July 10, 2009 at 3:25 pm #

    Kang Awi kok bangganya hanya pada pansernya saja, padahal anak negri (PT DI) juga bisa buat pesawat.
    Bahkan CN 235 VVIP RBAF (dipakai Sultan Bolkiah, Brunei), CN 235 VVIP ROKAF (dipakai PM Korsel), CN 235 VVIP TUDM (dipakai PM Malaysia), CN 235 VVIP PAF ( dipakai PM Pakistan). Memang aneh juga pesawat kita sangat dihargai diluar negri (terbukti dipakai pejabat setingkat PM/ Sultan) tetapi sama anak negri sendiri tidak dihargai.Kapan majunya negri ini bila anak negri lebih bangga pakai buatan luan negri dari pada produk dalam negri. Inilah bukti ampuhnya Belanda membodohi bangsa Indonesia sehingga bermental inferior (rendah diri).
    Pameran tersbut tidak dibatalkan tetapi ditunda, tepatnya dilaksanakan tanggal 10 Juli 2009.

    • aWi July 10, 2009 at 3:31 pm #

      hehehe, ini kebetulan dalam rangka penyerahan panser (bukan penyerahan pesawat)… Jadi yang di-blow-up tentang pansernya…

      Ya jelas bangga doong Indonesia bisa buat pesawat. Wong saya kesana saja masih melihat sisa kejayaan Indonesia punya Industri Pesawat terbang

      iya, mas indrajit memang akhirnya jadi. Saya kesana meliput juga. Wuihhh cape juga, kalo ada RI-1

  4. aWi July 10, 2009 at 3:34 pm #

    Saya juga melihat pesawat punyanya Malaysia yang beli dari PT DI, yang sedang service rutin di Garasi (hanggar, bo) … itu artinya, industri ini di Indonesia tidak mati….

    Ya deh, lain kali saya posting-kan tentang pesawatnya … hehehehe.

  5. jonny July 11, 2009 at 10:04 pm #

    Kang Awi… boleh juga tuh tampilkan topik-topik yang membahas tentang buatan Indonesia (selingan gitu) biar anak negeri banyak tahu dan bangga akan karya bangsanya… kalo perlu hasil-hasil risetnya Kang Awi di PAU atuh THANKS

  6. b4dr41n July 13, 2009 at 2:19 pm #

    Bangga jadi Orang Indonesia… kapan ya mobil or motor di produksi sm bangsa sendiri… jd harganya lebih murah… hehehe

  7. apdri July 14, 2009 at 9:19 am #

    SBY jadi kok meresmikan… kayaknya ada fotonya di koran Kompas hari Sabtu lalu…

    • aWi July 14, 2009 at 2:38 pm #

      Ya, mas Apdri. Saya juga datang kok kesana. Hanya tidak bawa kamera.

  8. indrajit July 17, 2009 at 2:14 pm #

    Kang Awi ijin upload tulisan dari milis IA-ITB:

    Roket RX-420 & CN-235 Militer:

    Getarkan Australia, Singapura, Malaysia

    Oleh Cardiyan HIS

    Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ….! Inilah musuh yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.

    Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni Malaysia.

    Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 trilyun.

    Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member “Asian Satellite Club” bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.

    Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan dekat.

    CN 235 Versi Militer

    Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama “nyaho” kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.

    Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

    Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: “Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.

    Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.

  9. AD1N July 17, 2009 at 4:03 pm #

    sumbang suara kang Awi… Setuju banget sama mas indrajit…. seharusnya sesama Indonesia harus mendukung Indonesia jd lebih besar…. (Pyuh… koruptor n anteknya Go 2 HELL).

  10. aWi July 17, 2009 at 4:23 pm #

    Sedih lagi … yang teramat pedih…

    Ada juga ya, di negara tercinta Indonesia, yang dengan tega menghancurkan..

    Hiksss … snif…. nangis.

    Disaat kita, saling mencoba membangun kebanggaan dan harga diri bangsa….

    [berkabung mode on]

  11. jonny July 18, 2009 at 1:57 pm #

    Mas Indrajit saya mendukung tulisannya… sesama anak bangsa harus saling mendukung… Yok gelorakan semangat cinta produk Indonesia (in case dalam kasus motor pengecualian dulu dah… malu sama Kang Awi pake Apachingnya India ha…ha..ha.. tak gendong kemana-mana nya Mbah surip)…

    Kita harus terus-menerus mengkikis budaya menjelek-jelekan karya bangsa sendiri di setiap bidang… Oke mulai dari sekarang.

    Saluuuut Kang Indrajit… saluut kang Awi… ternyata masih banyak orang yang masih cinta negeri ini he…hee…

    Oke…
    Peace all

  12. Ridwan Hasan August 3, 2009 at 2:29 pm #

    100% setuju dengan tulisan di atas,
    Kalau bangsa ini mau maju & mandiri sudah sepatutnya mendukung kemajuan industri dalam negri, jika terus menerus menjadi negara peng import selama itupula negara ini tidak akan maju. Selalu diremehkan & dilecehkan bahkan oleh negara kecil sekalipun….!, lebih gampang di dikte negara2 lain….!

    Harusnya pemimpin Kita mau berpikir jauh kedepan untuk Indonesia yang mandiri, mudaha2an DPR yang terpilih nanti kalau mau studi banding utamakan ke Korea Selatan, China, India & Malaysia, mempelajari bagaimana negara2 tersebut bisa mandiri dibidang teknologi tanpa ditinggali oleh negara2 maju lain seperti Jepang & Eropa bahkan mereka tanpa ragu menurunkan ilmu & memperbanyak investasi kenegara2 tersebut.

  13. mulyadi March 25, 2010 at 1:13 pm #

    moga2 pt pindad terus berjaya dan terus selalu membuat yang terbaik untuk INDONESIA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: