Berbuat kebaikan tanpa pamrih

1 Jul

Berbuat kebaikan yang tanpa pamrih akan menghasilkan buah yang baik pula.

Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya.

Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya. Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini.. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan. Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri disana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.

Kata pria itu, “Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson . “Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak.

Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka. Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu. Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya. Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, “Dan ingatlah kepada saya. “Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu.

Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja. Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya. Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah.

Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan.

Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu.

Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu. Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: “Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: ‘Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.’ “Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.

Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, “Segalanya akan beres. Aku mengasihimu, Bryan Anderson! ”

Ada pepatah lama yang berkata, “Berilah maka engkau diberi.”

[dikutip dari berbagai sumber di Internet]

9 Responses to “Berbuat kebaikan tanpa pamrih”

  1. apdri July 1, 2009 at 5:08 pm #

    jadi inget buku chicken soup for the soul nih… dah lama gak baca🙂

  2. ichsandiamond July 1, 2009 at 10:08 pm #

    dear blogers mohon doa istri saya mau lahiran semoga lancar

  3. Maren Kitatau July 2, 2009 at 1:57 am #

    Cinta itu dahsyat lah pokoknya!
    Aku terharu sungguh!
    Akan kusebarkan.

    Salam Kenal!

  4. AD1N July 2, 2009 at 11:37 am #

    Wah good post kang Awi… very motivated bgt… sekarang dah banyak yg g peduli dgn sesamanya (mungkin saya jg ya…hehehe)…

    @kang Ichsan… Semoga kelahiran anaknya di beri kemudahan dan kelancaran serta kesehatan untuk Ibu dan Anak… Amin

  5. ichsandiamond July 2, 2009 at 9:28 pm #

    @ maren kita tau
    setuju

    @ad1n
    thanks bro amin

    @blogers tetangga
    saya mohon kang awi, saya, siapapun tidak ada yang sempurna apa yang kami lakukan untuk menyampaikan saran kepada atpm yah itu sebatas masukan dan saran-saran ajah. kalo mereka tidak ngeh dan care so what, udah terbukti bukan hanya konsumen yang kecewa pertanyaan saya cuma satu KENAPA DEALER LATUMENTEN TUTUP? ga perlu saya buka dan open walaupun saya bukan orang jakarta tapi saya tahu orang dealer bajaj, cicadas tutup ajah saya tahu masalahnya tapi tidak diributkan yang jelas disitu ada sedikit atau pihak yang mungkin saja dikecewakan wajar dong, bila kang awi atu saya atau yang lain blogers ingin berbagi kekurangan dan kelebihan motor TVS khususnya apache apakah anda yang mencoba menegatifkan atau berburuk sangka kepada CEO dan owner awiguna blog bagi kami itu wajar tapi tolong yang objektif ajah masalah motor saya bermasalah, motor kang awi bermasalah kenapa memangnya ada yang dirugikan kang awi dan kami yang aktif diblog ini bukan DEWA yang penuh dengan pembenran kami manusia biasa, kalo nanya ikhlas atau tidak dengan keihlasan kang awi share dari apa yang beliau rasakan coba kita hitung berapa rate presentasenya orang yang meras terbantu dan beli TVS dengan kehadiran blog ini bulan lalu ada sekitar 4 orang yang ktm dengan saya yang merasa senang dengan paparan kekuranagn dan kelebihan motor apache sampai akhirnya mereka membeli, untuk buat kami apa ga ada tapi kami senang bisa membuat pencerahan.

    Kalau kang awi orangnya negatif kenapa blog ini dapat penghargaan langsung dari TVS Motor company Indonesia sebagai media promosi online produk TVS dan disampaikan langsung oleh MR. Vijay.

    Panas kuping saya dengar ini dengar itu seolah-olah sosok kang awi itu salah besar dan kami yang disini salah besar karena motor kami bermasalah yang bermasalah adalah otak anda yang memuat statement memojokkan dan mencemarkan nama kang awi selaku CEO dari blog ini dan secara langsung mencemarkan nama baik kami yang merasa motor kami bermasalah.

    Kalo ingin buat statement pikir dulu nanti bisa dituntut lho sebagai pencemaran nama baik, Kami membuat tulisan dan keluhan tentang TVS yang kami kendarai BERDASAR fakta yang jelas dan memang betul terjadi bukan omongan kosong belaka. SO DONT SIRIK BRO, BERBUAT DULU BUAT SESUATU MAKA SESUATU AKAN BERBUAT UNTUK ANDA.

    Jangan pernah merasa bahwa diri anda ikhlas dan positif dalam hidup sebab bila anda telah merasakan itu dan memojokkan orang maka anda tidaka ada ubahnya seperti orang SOMBONG, SOMBONG pakaiaian TUHAN dan hanya TUHAN yang pantas memakainya. Bukan manusia yang menjadi mahluk pembuat onar di muka bumi.

    Yah saya tahu diam-diam da yang mengawasi blog ini saya seneng berarti blog ini bermanfaat buat orang banyak. Semoga orang yang memojokkan dan mencemrakan nama baik sipapun yang dalam hal ini sekarang yang jadi korban adalah kang awi mendapat pencerahan dari Allah SWT.

    Thanks yang udah sering share di blog ini

    Wassalam

    Teuku Ikhsan Sya’ban

  6. ferry July 3, 2009 at 11:32 am #

    sedikit info.

    blm jelas juga kang, tutup sementara karena kemarin banjir (katanya) dan cuma sehari dua, ato tutup beneran.

    sisanya, udahlah kang, diemin aja….

  7. apdri July 3, 2009 at 4:53 pm #

    btw, TVS dah buka cabang di depok ya?
    pernah baca beritanya bulan2 kemarin…

  8. Flash July 7, 2009 at 12:03 am #

    Great post!

  9. kirana July 7, 2009 at 12:15 pm #

    Peace all……………………….
    TVS Maju terus……..tanpa masukan TVS tidak akan sesempurna ini.

    sedikit cerita , saya punya temen yang kary disalah satu dealer.
    katanya si TVS udah cukup merespon keluhan2 kita, alasannya karena seperti seorang kepala negara tidak bisa langsung merespon permintaan rakyatnya yang beraneka. tapi melalui dept masing2.
    jadi keep peace la…tau2 yang rusak bisa di claim kan irit jg ne kantong he…….

    besok RAME RAME KE TPS PAKE TVS SO PISSS D…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: