Review 1 tahun Black Macho

27 May

Dalam perjalanan selama kurun waktu setahun terakhir ini, waktu di perjalanan ke kantor (32 KM pp) dihabiskan bersama black macho aka apache RTR160. Hari ini, 27 Mei 2009 tepat 1 tahun bersama Black Macho. Banyak suka maupun duka dirasakan. Saya ingin berbagi apa yang saya rasakan terhadap tunggangan saya ini.

  • pernah jatuh 2 kali (yg pertama baru seminggu pakai, yg kedua sebulan lalu). Hasilnya: dudukan kopling bengkok juga injakan rem belakang. Sementara handle kopling patah (yg kemudian diganti secara kanibal dengan RTR yg sedang mejeng di showroom). Efek lain ada baretan di bodi sebelah kiri. Yg lalu saya tutupi dengan sticker. Yang kedua, untungnya sudah ada engine Guard, sehingga kaki dan tangki selamat. Engine guard bengkok, lalu dirapihkan kembali habis 50rb. Headlamp ada baretan, juga kaca spion (dudukannya), dan batang lampu sign kiri turun ke bawah sedikit (jadi gak enak dilihat kalo dari belakang – gak simetris).
  • Di beberapa part ada karat (rust), seperti ujung swing-arm, ujung handle, pijakan kaki kiri kanan, baut baut di dekat mesin.
  • Di beberapa part ada cat yang mengelupas, seperti handle steer kiri kanan, dan yang paling parah adalah cat di shock breaker (sebelah kiri) — habis total catnya mengelupas. Tapi thanks to Pak Mardani – sudah di-klaim dan diganti dengan yang baru (tapi sayangnya shock yang baru terlalu empuk — berboncengan dengan istri saja itu bodi motor sampai jdak jduk kena shock beradu, mesti pelan pelan jadinya). Dudukan kaki sebelah kiri diganti karena patah. (harga 17rb).
  • Lampu, semua lampu… It’s Fine. Belum pernah diganti. Ok.
  • Accu, masih tokcer. Sekali starter langsung nyala. meskipun itu pagi pagi buta dinginnya minta ampun (juga kalo 2-3 hari gak pernah pakai). Ok
  • Ban, karena hardcompound… masih terlihat kokoh dan bunga-nya masih tebal. Track kering, nempel banget. Tapi jangan coba-coba kebut di track basah. Bujubune, licin, bro.
  • Speedo digital, masih OK. Hanya jam setelah 1 tahun, jadi kecepatan sekitar 19 menit dari jam standar. (gak pernah di-set ulang). Indikator bensin, saya gak bisa percaya 90% sama dia. Error-nya lumayan tinggi. So, lebih percaya sama feeling saja. Secara rata-rata harian kira-kira 1 liter bensin menghabiskan 48Km (lumayan irit). BBM pakai Pertamax. (sekali pernah pakai Petronas 92, gak enak).
  • Sudah dipasang engine Guard, Jadi sedikit membuat tenang kalo di perjalanan. Ukuran relatif lebih lebar dan tebal dibanding EG standar pabrikan TVS.
  • OLi. 3x awal saya masih pakai yang gratisan, RevTex. Kurang enak, secara hargapun sekitar 28Rb. Lalu saya ganti dengan Enduro 4T bawaan pertamina SAE 10W-40 (secara harga 45rb). Untuk 2000km pertama akselerasi narik banget, juga kopling lembut. Tapi baru gak enak, kalo sudah pakai di atas 2500km. Kemudian (sampai sekarang), saya pakai Motul 5100 – SAE 10W-40 (secara harga 86Rb). Nah itu baru puas sampai 4000km pun. Namun saya masih penasaran sama AmsOil yang direferensikan Om Ai. (belum ada rezeki cukup saja untuk beli itu😉 ) Sementara Oli rem, sempat diisi ulang.
  • Tali kopling, sempat mengalami putus di bulan ke-4 pemakaian. Lalu saya ganti dengan tali kopling milik Vespa, dan sampai sekarang masih.
  • Rantai. sudah dua kali mengalami longgar. Jadi saat idle (tidak tarik gas), sering bunyi karena adanya benturan rantai. Harus di-set ulang.
  • Kampas rem. Bagian depan sudah saya ganti di bulan ke-2 dengan kampas rem milik Supra-X. di 3 bulan terakhir, sering bunyi ngik…ngik….ngik, seperti antara kampas dan piringan nempel. Kecepatan di bawaj 20kpj, pasti bunyi. Itu kotor. Solusinya kalo ada waktu ke bengkel dibersihkan hanya disemprotkan saja (padahal sudah saya curhat masalahnya kotor). Inginnya saya, dibongkar tuh piston dlsb. Itu salah satu kecewa saya sama mekanik TVS. Ingin mudahnya saja. Selalu menjawab dengan asumsi dia saja. Solusi lain, saya beli disc brake cleaner (1 kaleng 25-30rb), disemprotkan saja ke tengah-tengah disc brake, itu cukup untuk 2-3 hari itu bunyi hilang. Tapi kalo habis hujan, dan kemudian kering — bunyi kembali lagi. Untuk rem belakang tidak ada masalah bunyi seperti di atas. Hanya setelah hujan, terus kering, rem belakang akan bunyi seperti tikus kejepit. Jika kita aktifkan remnya. Malu deh…. bunyi kok kayak remnya motor Honda Legenda atau supra-fir yg tahun 90-an. Kalau barengan, jadi rame deh…. hihihihihi. tikus kok pada teriakkk
  • Masih suka dibilang/disangka Bajaj yang lain (maksudnya versi 160cc) di jalan….. weeekkkk.
  • Baru menghabiskan 9000-an km. Nyaris gak pernah keluar kota….
  • Maksimal top speed yang pernah dicapai di 120kpj. Setelah itu, gak berani…. (suka ingat istri dan anak di rumah).
  • Ada bunyi-bunyian lain (gemerincing) di sekitar headlamp. Kadang ada, kadang tenggelam. Timbul tenggelam. Cukup mengganggu. Sepertinya ada yg longgar. Mestinya dibongkar tuh headlamp, trus kencengin lagi.
si Black Macho

si Black Macho

15 Responses to “Review 1 tahun Black Macho”

  1. apdri May 27, 2009 at 11:45 am #

    Sebelum difoto, sempat dicuci dulu ya… kelihatan bersih bersinar🙂
    Setelah pemakaian setahun, konsumsi bensin rata-rata berapa sekarang, masih di atas 40 km/l dalam kota ?

    • aWi May 27, 2009 at 12:08 pm #

      Ya, seperti kita kita juga dong, Mas Apdri. Harus cakep alias kasep alias cute sebelum di-foto. It can last forever…. hehehe.

      Konsumsi masih di atas 40… sekitar 42-45km/l.

  2. a21s May 27, 2009 at 4:19 pm #

    🙄 😆

  3. AD 1 N May 27, 2009 at 6:02 pm #

    😉

  4. ichsandiamond May 28, 2009 at 11:48 am #

    @ selamat kang awi saya mah udah 1 tahun 2 bulan hehehhe logone muantappppppp

  5. ichsandiamond May 28, 2009 at 12:02 pm #

    oh iya selamat juga ats penghargaannya dari TVS sebgai promotor produk TVS dimedia online punten baru sekrang ngucapin selamatnya. maklum nuju rariweh hehhhehhe

  6. ichsandiamond May 28, 2009 at 12:26 pm #

    MU kalah tuh taruhan di lasvegas bandar rugi besar hingga milyaran dollar.

    dibandung perputaran uang judi itu hampir mencapai 10 milyar hahahhah akhirnya ada yang kalah feeling ane kuat yah barca menang 2 kosong persib juga menang 3-2 lawan persijap wah ane ikutan the master ah

  7. a21s May 28, 2009 at 5:36 pm #

    Ciakakakaka…. BARCA gitu loooooohhhh…. 😆 😥

  8. refi May 29, 2009 at 1:47 am #

    jadi TVS apache ini direcomend ngga kalo untuk perjalanan luar kota dan dalem kota ? dari sisi kenyamanan, irit bensin dan kemudahan pemeliharaan sehari hari. kalo pelayanan after salesnya lebih bagus dibengkel mana ( bandung ) ?
    tks

    • aWi May 29, 2009 at 10:12 am #

      recommended utk dalam kota… memang motor sport dalam kota. Kalau luar kota, saya gak tau. Mungkin brother yg sering touring bisa jawab.

      Nyaman, irit, dan kemudahan pemeliharaan.

      Tapi untuk after sales, di Bandung gak ada yg recommended….😦

  9. Ricky May 29, 2009 at 4:03 am #

    Wuih lama gak ngepost…
    Mikirin cicilan gak dibayar 2 bulan…
    ciakkakakaka
    Ui Ui Doain Wisuda yah brother hahahahha

  10. diah May 30, 2009 at 7:57 am #

    Selamat Pagi Kang Awi & Para Blogger’s Lesehan Awiguna

    Selamat Ulang Tahun untuk Black Macho Kang Awi…

    Selamat berakhir pekan untuk Kang Awi & Para Blogger’s Lesehan Awiguna🙂

    Best Regards,
    DiahThaher
    “Every Customer is Member of Your Brand Community”

  11. Martin May 30, 2009 at 10:34 am #

    Klo saya 1bln se x jamny dset ulang. 1bln kcptan 5′

    Klo bwt kluar kota saya ga recommend klo mrh pk stang jepit.. Pna liat anggota TMC ad yg gnt pk stang pipa (gtw pny tgr ato pio) segitiga standar cmn pake adaptor..

    Konsumsi bensin saya stlah saya stel sndiri bs 45kmpl (kebut2an) 48kmpl (variasì) 52kmpl (max 4krpm).. Ntar liburan coba k bdg ah.. Tp d modif dl dkit.. Hehe

    Shock sy jg dah mulai lembek (walau msh kras), tp krn mtrny trlalu tinggi ntar mo ganti pk shock glpro..

  12. wawan December 25, 2009 at 6:57 pm #

    gan, ntu pelindung mesin habis berapa duit, ane juga demen gan,,

  13. rizky dermawan February 9, 2010 at 11:51 am #

    halo lam kenal kang awi, dari TAC (TVS Apche Community) THE WARRIORS Surabaya. mau sharing nih. motor ini enaknya pk bahan bakar sekelas pertamax, pertamax plus, or shell, or oplosan ketiganya (tapi jgn yg shell super extra–terlalu panas, mlh nggak ada larinya). utk tarik2an kyknya susah ya, soale apache sistem karbu–kudu urut gas (sesuai dgn rekomendasi pabrik). posisi berkendara kyknya lbh pas utk rider yg punya tinggi di atas 170cm. di bawah itu memang agak bungkuk krn posisinya yg sporty. utk jarak jauh agak pegal memang. utk kualitas besinya kudu ekstra perhatian tuh. gampang karat sana-sini. overall, sesuailah antara uang keluar dgn produk yg didapat.hatur nuhun kang. adios parmios.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: