Mengapa kita harus dukung Palestina?

9 Jan

Untuk apa sih mendukung Palestina?…. demikian sebagian orang bertanya-tanya..

Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap Negara tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika Palestina diserang. Ngapain sih mendukung Palestina?

Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah, dan juga karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari.

Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia malah berhutang dukungan untuk Palestina.

Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina
dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M.Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini
-mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:

“.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.” Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang
spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda
bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..”

Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan
RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.. Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.

Dukungan Mengalir Setelah Itu

Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk ‘Panitia Pembela Indonesia ‘. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dlm  pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum
Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said.

Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.
Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih
–tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang
ingin menyuplai air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda
yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.
Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk “Volendam”
bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur
perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak
menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.

Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan:

“Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar
itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang
kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan
motor-boat besar itu kejuruan lain.”

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa.”

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia
yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita..

Statement Tokoh dalam buku ini:
Dr. Moh. Hatta
“Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan
pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia
sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup
bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu
dilakukannya di masa-masa yang lampau.”

A.H. Nasution

“Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki mendukung RI.
Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan
simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan
modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD ’45 : “ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

“Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur.” (HR Bukhari)

dikutip dari Miliz tetangga….

10 Responses to “Mengapa kita harus dukung Palestina?”

  1. badrain January 9, 2009 at 9:44 pm #

    YA…. said no to Agresor…. dukung palestina adalah kewajiban kita….

    Kang Awi arikelnya bagus, saya belum pernah tau tentang perjuangan bangsa arab utk mendukung kemerdekaan indonesia…. (g d ajarin d sekolahan hehehe…)

    B 6256 SOO

  2. bengkelsepedamotor January 10, 2009 at 8:00 am #

    Kalau saya mulai dari yang deket dahulu, bantu temen, bantu tetangga, RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, belum sampai Propinsi sudah pening…

    Dukung semua bangsa dan manusia untuk merdeka… SEMUA…

  3. new sohib PULSAR January 11, 2009 at 9:46 am #

    Acong mah nggak pening… minimal berdoa dulu lalu berkarya untuk kemaslahatan umat, ya di coba mulai di bengkel sepeda motor kayaknya…

  4. parmis January 12, 2009 at 9:34 am #

    oh kalau gitu mah yah wajib atuh di dukung yang namanya palestina apa lagi yang hak atas negara palestina yah palestina bukan israel heran nya gak ada yang berani sama israel?………………………………………..kenapa ……

  5. bengkelsepedamotor January 12, 2009 at 9:55 am #

    Saya mah sederhana saja dukung SEMUA untuk merdeka…

    Kalau bicara masalah hak atau soal berani atau tidak ilmu saya belum sampai, yang saya tahu sejarahnya dua-dua nya punya bapak yang sama cuma beda ibu, jadi sampai sekarang berantem berebut tanah…

    Padahal kan kalau dua-dua nya rukun dan di akui sama Indonesia kan jadi damai tuh… jadi MERDEKA semua… dua-duanya buka perwakilan diplomatik di Indonesia wow….. nanti polisi jadi repot nggak yaa seperti di jalan Merdeka Selatan

    salam damai,
    bengkelsepedamotor

  6. Hadiy nih January 14, 2009 at 8:10 am #

    masalah palestina adalah masalah kita khususnya sbg muslim, karena yahudi jika dibiarkan akan terus menghabisi warga palestina,libanon hingga mesir dan Arab. dan kiblat pertama ummat islam Al Aqsa sedang dalam krisis, dan dalam hadis dijelaskan tidak akan terjadi hari kiamat sebelum yahudi dikalahkan dan yahudi bersembunyi di balik pohon qorqot, gitu kata bang ucup,

    inti dari isu terorisme dunia,bom di wallstreet9 september2002 di AS,adalah propaganda yahudi, yang telah menguasai berbagai pintu informasi, dan menguasai berbagai kebijakan VETO melalui AS di PBB, Jadi sebagai muslim minimal donasi atau klo nga bisa doa lah, klo nga bisa juga …..’
    tanya kenapa..?

  7. aWi January 14, 2009 at 12:22 pm #

    Allah akan memberikan kesempatan kepada bangsa Yahudi utk melakukan pengrusakan di muka bumi hanya 2 x. Selanjutnya ada sekelompok muslim yang bakalan membalas perbuatan mereka, sampai mereka bangsa Yahudi dikejar-kejar dan dilempari batu di kampung-kampung Yahudi sendiri. Batu pun sampai berkata, disini ada Yahudi…disini ada Yahudi. Mereka tidak akan dapat bersembunyi, dimanapun berada. Kecuali ada 1 pohon yang melindungi mereka, yaitu Pohon Qorqot.

    Makanya begitu sombongnya Yahudi, saatr ini mereka sedang membudidayakan pohon Qorqot tersebut. Yang disebut sebut di Al-quran akan melindungi mereka. Begitu mereka benar benar dimurkai ALLAH SWT.

  8. badrain January 14, 2009 at 10:50 pm #

    phon qorqot….?d indonesia synonim apa ya kang….

    biar qta bikin hama yg pas sm tuh pohon… hehehehe…..

    Say no to ISRAEL…..

  9. hafiddo July 6, 2009 at 11:16 am #

    benar sekalii bang!!
    tapi sayangnya generasi muda sekarang ni ga mau tau tentang hal itu,sedikit sekali, dalam pemerintahan kita pun sama saja, selalu disibukkan dengan masalah klasik dari dulu kok yang di bahas peningkatan kesejahteraan perbaikan ekonomi pendidikan.. ga slese2,,kapan giliran penguatan militer?? supaya kita bisa lepas dari intervensi AS akan sumber daya alam dan berani mengangkat senjata untuk membantu sodara2 di palentine.. egk cuma bisa MANUT SDA diambil gitu aja dan cuma bisa MENGUTUK kebiadaban dan kecurangan2 yahudi dan AS..
    saya curiga salah satu kandidat presiden adalah antek AS yang melindungi kepentingan2 AS di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: