Memilih Oli yang cocok untuk motor kita

28 Oct

Memilih oli mesin kadang cukup membingungkan, karena ketidak tahuan spesifikasi oli yang akan kita pakai. Pemahaman tentang kondisi pengoperasian mesin yang dipakai, serta pengetahuan mengenai spesifikasi oli, bisa membantu memecahkan persoalan was-was ini.

Sebagaimana telah diketahui bahwa oli mesin memegang peran yang sangat penting misalnya memperkecil koeffisien friksi antar elemen mesin yang saling bersinggungan, menjadi cooling agent di ruangan mesin, menghindari karat, menjaga agar tidak terjadi wearing pada permukaan elemen dsb.

Selain persyaratan tsb di atas oli mesin, saat mesin beroperasi, senantiasa berada dalam lingkungan yang memiliki suhu tinggi dikarenakan proses pembakaran di ruang bakar. Proses pembakaran tsb juga menyebabkan reaksi oksidasi serta menimbulkan radicals atau senyawa yang biasanya timbul dikarenakan reaksi efek panas, sehingga menyebabkan penurunan mutu oli mesin tsb. Untuk menjaga kwalitas oli dari reaski tsb diperlukan additive pencegah oksidasi.

Disamping itu blow-by gas yang merupakan gas pembakaran yang masuk ke ruang mesin mengandung bagian bahan bakar yang tidak terbakar sempurna, cenderung menjadi soot atau particulete, untuk menghindari particulate tersebut menggumpal sehingga menjadi gangguan tersendiri, oli mesin juga perlu additive anti pembentuk gumpalan tsb. Disamping itu pada mesin diesel, yang memungkinkan sulfur terkandung cukup banyak maka oli mesin untuk jenis ini memerlukan additive penetral sulfur tsb.

Seperti diketahui bahwa elemen mesin seperti piston-ring dan cylinder-liner, ujung connecting rod, lalu cam-nose dan rocker-arm adalah saling bersentuhan. Untuk bagian seperti ini, pelumasan dari fluida yang bersifat mengalir menjadi pelumasan permukaan dimana alirannya sangat terbatas. Kondisi jenis pelumasan yang ada di ruang mesin tsb, harus direspon oleh satu jenis oli mesin saja.

Untuk pelumasan jenis permukaan tsb, kekentalan oli mesin yang tinggi akan lebih cocok untuk melindungi dari wearing elemen, namun kekentalan oli mesin yang tinggi tsb menjadi hambatan bagi elemen-elemen yang berputar yang menurunkan effisiensi bahan bakar dari sistem itu sendiri. Sebaliknya kekentalan yang rendah atau encer, bagus untuk effisiensi bahan bakar, tetapi memungkinkan kerusakan elemen mesin lebih tinggi disebabkan kemungkinan gesekan antar elemen yang lebih besar. Sehingga oli mesin perlu di kondisikan agar mampu merespon kondisi jenis pelumasan yang diperlukan seperti di atas. Misalnya dengan penambahan additive ZDTP untuk melindungi bagian-bagian yang bersinggungan seperti cam dsb.

Distribusi penggunaan energi hasil pembakaran bisa digambarkan kurang lebih energi yang bisa dipakai sebagai tenaga gerak sistem 25%, gesekan roda dan jalan 6%, lalu loss karena mekanik 7.5%, dari distribusi tsb misalnya dengan menggunakan oli mesin shg loss mekanik menjadi 0% sekalipun, effisiensi bahan bakar akan naik 7.5%, namun sebenarnya tidaklah bisa diharapkan begitu tinggi peningkatan effisiensi bahan bakarnya. Namun harga oli yang cocok untuk effisiensi bahan bakar tinggi, tidaklah begitu berbeda dari oli biasa, maka penggunaan oli untuk mempertinggi keiritan bahan bakar ini tetap menjadi salah satu point yang tidak dilupakan.

Spesifikasi oli untuk mengirit bahan bakar tsb meliputi berbagai hal penting yang perlu diingat. Seperti yang dijelaskan di atas bahwa ada beberapa jenis pelumasan yang terjadi di ruangan mesin, secara ringkas oli yang baik adalah oli yang mampu menurunkan friksi pada jenis pelumasan yang manapun di atas. Pada oli yang dipasarkan, ada sebuah sertifikat yang dikeluarkan dengan standard ILAC, yaitu standard yang dikeluarkan oleh produsen minyak dan produsen mobil tentang grade oli tsb.

Kecenderungan oli mesin saat ini adalah penurunan kekentalan oli untuk menurunkan hambatan fluida pada elemen yang berputar, sedangkan untuk menangani masalah pada permukaan elemen yang bersinggungan ditambahkan additive anti wearing, dsb. Pada operasional di lapangan yang lebih banyak dalam kondisi beban ringan atau sedang, dengan suhu sekitar 150 derajad celcius, oli yang memiliki base dari polimer memiliki kelebihan. Hal ini karena oli dengan base polimer mengalami perubahan kekentalan yang sedikit sekalipun terjadi perubahan suhu yang cukup besar. Sehingga aplikasi riilnya memiliki range usability yang lebih luas atau fleksible. Namun dengan kekentalan yang rendah, atau oli yang lebih encer, memiliki kecenderungan menguap yang lebih tinggi dari pada oli berkekentalan tinggi. Hal ini juga menjadi salah satu tema penelitian pada formula-development oli mesin.

Kode kekentalan dari sebuah oli mesin, biasanya tertulis di luar kaleng oli tersebut. Bagian yang ada huruf W, merupakan index kekentalan tsb yang diuji dengan sistem pengujian Cold Cranking Simulator (CCS) Ini dilakukan pada suhu rendah di bawah nol, misalnya 10W, 20W, 5W, atau 0W. Semakin kecil angka di situ semakin encer oli mesin tsb. Atau semakin mudah dalam starter mesin. Namun kalau dilihat secara problem pemakaian khusus nya di Indonesia dan bukan di dataran tinggi, oli tanpa standard CCS ini juga mencukupi. Apabila tanda kekentalan tsb, tidak menggunakan huruf W, maka oil tsb hanya di test dengan standard pada suhu 100 derajad C. Semakin kecil angkanya, semakin encer, cocok untuk titik berat pada fuel effisiency, tetapi kurang baik untuk melindungi elemen mesin yang saling bersentuhan.

Jadi sebenarnya dari sudut pandang teknis, untuk Indonesia yang tidak menjumpai suhu dingin, sudah cukup melihat spesifikasi oli dengan code angka tanpa huruf W. Tetapi dalam pemakaian riilnya kembali kepada kepuasan user, apakah memakai standard ganda atau cukup dengan standard tunggal tanpa pengujian CCS.

Dikutip dari tulisan fahddiyar di forum.abyschool.org

16 Responses to “Memilih Oli yang cocok untuk motor kita”

  1. badrain October 28, 2008 at 10:24 pm #

    Good artikel Kang Awi…. buat nambah2 ilmu per’olian niy…

    So buat Apache, selain oli rekomendasi pabrik, ada laen lg g ya yang pas bwt apache? dgn penggunaan harian(Stop n Go)….

    Klo merek lokal bagus ga ya?…

    “Moga cepat sembuh n tuk Mertua kang Awi”

    Regards,
    Apache Riders
    B 6256 SOO

  2. Rayburn October 29, 2008 at 1:37 pm #

    bro Awi,
    numpang tanya,
    kalo mo beli sparepart Apache
    sperti Spion, behel, dsb. perlu pake aturan khusus ga?
    ap kyk b*j*j yg musti pya STNK br isa beli.
    thx.

  3. aWi October 29, 2008 at 1:46 pm #

    @ badrain. Thanks, bro. Sekarang ibu mertua sudah di rumah. Tapi masih nunggu kondisi dulu untuk operasi (kecil).

    Kalo oli bawaan pabrik kan RevTex, ya. Sepertinya kalo rekomendasi cocok tergantung pembawaan rider terhadap tunggangannya, kali ya. Satu rider bisa bilang cocok sama merk ‘A’, satu lagi mungkin lebih cocok sama merk ‘B’.

    Kalo saya ngobrol sama bro Ai_Zeus, rekomend sih yang agak kental dibanding motor buatan negara lain. Karena presisi mesin motor buatan India agak kurang (kasus di motor kompetitor TVS yg ada di Indonesia). —> kalo TVS belum dibuktikan. Misalnya 15W-50…. (bukan 10W-40, misalnya).

    @ Rayburn. Saya kurang tau, bro. Karena waktu saya beli sparepart Apache, saya gak ditanyain ini itu. Mungkin kali saya sudah dikenal orang dealer atau saya memang lagi bawa motornya. (langsung dipasang disana).

    Saya gak tau, kalo saya gak bawa motor apache terus mau beli sparepart, apakah ditanyain juga…

  4. jonny October 30, 2008 at 6:53 am #

    Olie Enduro 4T yang dipake Doni Tata kayaknya layak juga dicoba untuk RTR, karena dibuat sesuai spek RTR yang …. racing… cuma harganya agak lumayan 40 rb

    Mengenai part kayaknya tidak se fanatik Bajuri … nggak tahu congkak atau apa… lha wong beli onderdil motor jepun aja yang lebih bagus kagak pake stnk segala…

  5. ferry October 30, 2008 at 10:19 am #

    IMHO.

    ya pasti terbatas resource lah (no offence). karena mungkin resource nya lebih diutamain untuk bangun jaringan dealer. jadi ketersediaan suku cadang sementara dibatasin dulu, sesuai populasi motor. jadi bukan karena fanatik ato bukan, soalnya bisa jadi negative kalo beli suku cadang aja repot. bisa juga buat strategi biar majuin bengkel, agar orang gag cuma beli parts n benerin motor tempat laen. alias, duit servis lari, montir gag tambah pinter.

  6. Hadiy nih October 30, 2008 at 12:12 pm #

    Buat motor baru bagusnya oli dibawah 20w-50, karena pelumasan masih sangat bagus, lebih irit, Lebih Responsif dan bertenaga,dan suara mesin halus
    Tapi harus diganti lebih cepat, karna perlindungan untuk mesin kurang baik dan harganya pasti lebih mahal

    Gw pake SHell Advance VSX 10W-40 …’

  7. ai_zeus November 6, 2008 at 12:14 pm #

    Sorry, khusus oli tidak bisa dibuat segampang itu.

    Banyak sekali parameter teknis yang bisa dijadikan panduan untuk kita memilih oli yang tepat untuk mesin.

    As a guide, please read this article and the link also:
    http://www.kymco.or.id/showpost.php?p=61022&postcount=1

  8. lering November 21, 2008 at 3:02 am #

    Sharing buat pemakai Apache:

    Seperti kita ketahui..service gratis ke tiga untuk penggantian oli dan filter oli ternyata berbayar, untuk gratisnya hanya jasa tune up aja. Saya juga kaget kirain gratis..hehehe..tanggung olinya dah masuk ke blok mesin..akhirnya saya cuma pakai oli rekomendasi tvs (revtek) cuma sehari padahal masih baru..bukan apa2 karena feeling saya pake revtek persneleng masih ada slip kopling gitu dan pergantian gir kadang keras, makanya saya ingin coba pakai oli enduro 4T racing sama Motul 5100 (15W-50). Info odometer 3200 km.
    Untuk enduro 4T racing /1liter=38.000..sedangkan Motul 5100/1 liter 67.000

    ..akhirnya pilihan saya jatuh ke motul. Kebetulan waktu itu sedang dalam perjalanan ke luar kota Bdg-Tasik..bisa di compare kualitas REVTEK VS MOTUL untuk perjalanan jauh..So what next??????

    …Jawabannya ternyata MOTUL jauh lebih berkelas dibanding REVTEK ini fakta yang telah di uji di APACHE (memang harga ga membohongi bro..hehhe). Kenyamanan perpindahan gigi mantap..sangat halus..tidak ada slip kopling..mesin dingin..suara mesin lebih halus…lebih responsif pokoknya sangat berbeda sekali ketika saya memakai REVTEX. Oya..untuk MOTUL durabilitasnya sampai 5000km..cukup lama kan..jadi walaupun mahal..hemat saya tidak sia-sia karena ada kompensasi kenyamanan berkendara serta durabilitas oli yang lama…

    Begitu Bro apacher sharing olinya..tinggal nanti saya maw compare MOTUL VS ENDURO 4T-Racing..insya alloh saya posting disini.

  9. aWi November 21, 2008 at 11:33 am #

    @ bro lering … sip bro lering. Ini nih info yang berguna banget buat saya. Saya sudah berdiskusi banyak juga dengan Om Ai, ada beberapa Oli yang direkomendasikan beliau (hehehe satu ding).

    Saya juga mau bertahap mencoba oli yang lebih cocok. Sebenarnya sudah harus ganti nih, sudah gak enakeun.

    Ditunggu juga, sharing dari bro-bro sekalian. Thanks.

  10. lering December 1, 2008 at 6:19 pm #

    bro awi..sudah di tes oli rekomendasi saya?

  11. veRn August 13, 2009 at 9:55 pm #

    hahahhahaaa
    ternyata ada yg ngopi artikel dari forumq (yg skrg dah mati)

    hohohoooo
    terrnyata ada juga dulu yg nyasaer ke forum.abyschool.org huhuhuhuuu

  12. NAD August 19, 2009 at 10:22 pm #

    Gw syur ma apache..tp ragu2 mo ngambil,tp setelah baca2 artikel kang awi..insyaallah gw gk ragu lg. Gw akan boyong yellow apache…hehehe..thanks wat info na all..

  13. Slam December 29, 2009 at 8:45 am #

    Salam Kenal Smua Bro
    Saya masih dapat jatah gratis oli 1 kali, kan sayang kalo gak diambil…
    Tapi rencana mau ganti oli juga sich, hanya saja masalahnya referensi saya tentang oli sangat minim dan saya juga belum baca smua artikel di atas, gak sabar mau langsung nanya aja. Kira2 kalo Castrol Power One cocok apa tidak ya buat Apache…?
    Pernah nanya juga sich sama mekaniknya, katanya yang bagus Pertamina Enduro, benar apa tidak ya…?
    Ato yang paling banyak dipake Apache Rider n cocok olinya apa ya?

    Trims infonya.

  14. Slam December 29, 2009 at 8:49 am #

    Oh iya, saya LUPA, saya juga bingung nich, padahal rencana minggu2 ini mau ambil jatah servis gratis + oli terakhir secara km udah 5600-an, tapi anehnya pada kondisi mau ganti oli ini eh malah motor enak banget dipake, tarikan ringan tanpa beban, melayang gitu aja, Akselerasinya makin mantap, ampe gak habis pikir saay, 2 hari ini saya heran kalo habis jalan, mau servis kok malah makin nyaman…
    Hemm… ada saran pa tidak ya buat saya?

    Saya agak bingung, takutnya kalo oli gak diganti malah ngaruh ke mesin…

    Mohon pencerahan untuk beberapa hari ke depan…

  15. Martin January 3, 2010 at 10:54 am #

    @badrain
    Oli revtek it ga bgs..cpt nguap! bgsny kburu ktahuan ma saia..kl ga bs gaswat..hehe
    Sementara pk shell adv vsx, 50rb-an (pna nyoba revtek, adv sx, adv vsx)
    Mnurut forum xbhp.com (india), RTR plg cocok ma MOTUL tipe ap gt..

    @AWi
    Kang, it ket 10W-40 ato 20W-50 bkn ket ttg kekentalan..tp viskositas pd suhu trtntu spt yg ket kang Awi..untuk tau kkentalan oli it pk alat ap gt..lupa saia..jd dgn spek yg sama, kekentalanny belum tentu sama..

    sekian, smoga membantu

  16. Martin January 3, 2010 at 11:08 am #

    @slam
    Mesinny jd cpt panas ga? Mending cek ktinggian oli dh..
    Btw soal abis dservis jd ga enak, biasany krn setelan klep ma karbuny ga pas..saia lum ktmu mekanik tvs yg pas nyetel nh 2item..dan saia ga niat nyari, kn saia setel sndri😄
    trus kl oliny ‘agak’ berkurang tarikan jd enteng, tp mesin cpt panas..

    saran saia ganti aj oliny (smntr pk revtek gratisan), tiap 2minggu skali cek ktinggian oliny..kl dah mulai kurang, ganti ma yg lbh bgs..saia rekomen shell adv vsx ato motul tipe ap gt..mkn yg bro lering pk x y..cb liat sndri d xbhp.com dh..soalny saia ol pk hp..h5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: