Invasi Motor India

24 Sep

Jakarta – Setelah pada awal milenium motor-motor buatan China terdepak saat bertarung di kancah persaingan roda dua oleh barisan samurai Jepang, sekarang giliran motor-motor buatan India yang menjajal pasar otomotif roda dua Indonesia. Namun, akankah produk India akan bernasib sama dengan produk China?

TVS Flame

Mulai pertengahan tahun 2006 lalu, motor-motor dari India terlihat mulai berekspansi ke pasar Indonesia, mencoba mewarnai persaingan penjualan kuda besi yang sebelumnya sudah sangat ketat. Baik di antara pabrikan motor Jepang sendiri (Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki) maupun antara pabrikan Jepang dengan motor lokal berjantung impor seperti Bosowa dan Hyosung atau motor yang benar-benar pure lokal seperti Kanzen yang sekarang sudah umum di pasaran.

Bila dimelihat sepak terjang dari pabrikan motor asal negeri Shah Rukh Khan ini, dapatlah dijumpai dua pabrikan asal India yang saat ini cukup berpotensi mengejutkan dominasi pabrikan Jepang yang selama ini menguasai pasar Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Pabrikan asal India tersebut, yakni Bajaj dan TVS. Keduanya sepertinya sangat serius menggarap pasar Indonesia.

Bajaj

Bajaj adalah pabrikan motor terbesar di India dan memiliki koleksi produk-produk yang memiliki model cukup futuristik. Dengan varian utama, yakni, Pulsar yang memiliki kapasitas 180cc dan 200cc. Bajaj hadir setelah para konsumen tanah air mulai merasa ‘berat’ untuk membeli motor-motor sport buatan Jepang, seperti Honda Tiger, Suzuki Thunder 250 ataupun Yamaha Scorpio Z. Masuknya Pulsar ke pasar domestik seakan meniupkan angin segar bagi konsumen yang ingin memiliki motor ‘laki-laki’ (sport) dengan harga yang cukup terjangkau, namun dengan kualitas yang menjanjikan.

Bajaj Pulsar mengandalkan teknologi andalannya yakni, DTS-i (Dual Twin Spark Ignition). Motor ini menggunakan dua busi untuk mesin silinder tunggalnya. Dan dengan kapasitas mesin 180cc dan 200cc, sepertinya pabrikan ini dengan sangat jeli masuk ke celah pasar yang ‘tidak terjaga dengan baik’.

Sepak terjang Bajaj tidak berhenti sampai di situ. Dengan pengamatan yang cukup tajam, Bajaj akhirnya mengeluarkan varian baru lain yang cukup mengejutkan, yakni, Bajaj XCD 125 DTS-Si. Dengan bandrol harga yang sangat rendah, yaitu hanya sekitar 13 jutaan, Bajaj XCD 125 DTS-Si diharapkan mampu mendobrak pasar motor sport 125cc yang selama ini dikuasai oleh Suzuki Thunder.

TVS

Kue pasar Indonesia tampaknya memang cukup menggiurkan. Hal ini terbukti dari masuknya pabrikan asal India lainnya selain Bajaj, yakni TVS. Keseriuasan TVS dapat dilihat dari investasi yang telah mereka persiapkan. Antara lain untuk mendirikan pabrik perakitan di Karawang, Jabar, dengan total investasi yang tidak tanggung-tanggung: US$ 45 juta. Pabrik yang berlokasi di kawasan industri Surya Cipta Industrial Estate dengan luas lahan 20 ha ini rencananya akan memproduksi 100.000 motor pada tahun pertama dan akan segera ditingkatkan menjadi 300.000 pada tahun berikutnya.

TVS pertama kali datang dengan menempuh jalan yang cukup berani, yaitu mengeluarkan produk motor bebek dengan kapasitas 110cc. Seperti diketahui, kelas bebek bermesin kecil antara 100-125cc adalah kelas yang sangat ‘padat’. Di kelas inilah berjibaku Yamaha Vega R, Suzuki Smash, maupun Honda Fit. Dan di tengah persaingan ketat kelas bebek inilah TVS NEO dengan berani muncul.

Namun, kehadiran TVS NEO sepertinya hanya sekadar menjadi menu pembuka bagi ekspansi TVS di Indonesia. Sebab, tak lama berselang, TVS Apache RTR 160 pun muncul. Kalau sebelumnya Bajaj Pulsar mengincar ‘kue’ dari Honda Mega Pro dan Honda Tiger, kiranya TVS Apache RTR 160 lebih fokus menyusun strategi menghajar Honda Mega Pro.

Langkah itu sepertinya tidak main-main. Karena TVS Apache hadir dengan tampang yang sangat sporty terutama dengan kehadiran setang motornya yang sudah menganut clip on alias setang jepit. Hal tersebut tentu saja secara langsung menambah kesan sporty pada tubuh kuda besi asal india ini. Apalagi tudung mesin bawah atau undercowl atau engine fairing yang dihadirkan pun membuat motor ini menjadi semakin enak untuk dilihat.

Dengan konfigurasi mesin over square ( bore x stroke = 62 mm x 52.9 mm ), serta ratio kompresi 9,5 : 1, TVS Apache sudah amat mumpuni dan menggetarkan lawan-lawannya. Apalagi tenaga maksimum yang di miliki TVS Apache, yaitu, 15,2 bhp @ 8500 rpm dan torsi maksimum 13.1 Nm @ 6000 rpm ternyata mengungguli Honda Mega Pro yang memiliki tenaga maksimum ‘hanya’ 13,3 PS @ 8500 RPM.

Jadi, bila dilihat sepak terjang produk asal India ini di kancah roda dua Indonesia, sepertinya pabrikan asal Jepang harus mulai mempersiapkan strategi baru yang lebih inovatif.

Dikutip dari detikOto, ditulis oleh Syubhan Akib

2 Responses to “Invasi Motor India”

  1. thathitbimo August 22, 2009 at 12:51 pm #

    makasih mas infonya cukup membantu….
    Boleh ndak sy copy ke blogku ?

    • aWi August 22, 2009 at 1:54 pm #

      Silahkan mas Bimo.
      Thanks for your visiting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: