Wisata ke the JUNGLE

7 Jul

Hari itu, ahad 6 Juli 2008. seluruh teman kantor mengadakan wisata ke the Jungle. Kebetulan pas hari libur anak-anak sekolah, jadi kami memang sebelumnya bisa membayangkan pasti di the Jungle akan pagegeleg alias pasesedek, kalo bahasa Indonesianya tumpah ruah alias berjubel. Tapi ya gimana. Kapan lagi. Dari kantor memang dikasih kesempatan pas masa liburan anak-anak sekolah.

Jauh-jauh hari sebelumnya kami coba cari cari informasi tempat wisata yang menjadi tujuan. Dari Pantai Pangandaran, Ocean park, waterboom Cikarang, waterboom PIK yang baru, sampai ke Cipanas, Garut. Yang ada fasilitas berenang untuk anak-anak. Yaa karena memang tujuannya untuk menyenangkan anak-anak.

Kemudian jatuh pilihan ke the JUNGLE karena dari beberapa referensi baik itu iklan di TV, teman-teman yang pernah kesana, maupun dari internet (blog) sepertinya cocok dengan tujuan kami. Tapi kami tetap mewaspadai kekecewaaan kami pada jumlah pengunjung yang bakalan meledak. Karena sebelum kesana, kamu sudah mencoba kontak dengan pihak the jUNGLE melalui bu Rizki bagian marketingnya. Dan katanya akan penuh. Apalagi hari minggu adalah hari dimana kunjungan keluarga, berbeda dengan saat weekday, biasanya dipenuhi oleh rombongan sekolah/taman kanak-kanak.

Namun pilihan sudah jatuh ke the JUNGLE. walapun kami sudah menyiaplan lokasi waterboom Lippo cikarang di Bekasi sebagai alternatif jika di the JUNGLE penuh.

Perjalanan dimulai dari depan gerbang selatan (utama) Jl. Ganesha Bandung pukul 06.40 WIB (lebih telat 40 menit dari yang direncanakan, karena menunggu Pak Udin yg kali ini tidak bisa datang tepat waktu). Rombongan kami berjumlah 52 orang dari 12 anggota/karyawan. dengan Bis sewaan yang mampu menampung 60 penumpang.

Perjalanan lancar melalui Tol Cipularang menuju Jakarta lalu Bogor. Kata pak sopir, ini bisa lebih cepat ketimbang langsung ke Cianjur-Puncak-Bogor. Tiba di Lokasi komplek perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR) pukul 09.15 WIB. Kami diinstruksikan menunggu, sambil Pak Komar dan Bu Yanti mengurusi tiket yang telah dipesan dari Bandung. sekitar kurang lebih 15-20 menit menunggu, kami isi dengan pemotretan untuk masing-masing keluarga. (Sayang hari ini saya tidak membawa kameranya.

Bu Yanti lalu memberi aba-aba berbaris, wah kaya anak TK mau masuk ruangan kelas. hehehe. Satu persatu kami masuk, dihitung dan diawasi oleh Pak Parmis, barangkali ada yg tertinggal atau ada yang menyempil orang lain yang tiba tiba masuk barisan. Saya yg terakhir, karena paling tinggi, jadi jelas dari depan posisi terakhir ada dimana. Dasarrr.

Ok. tepat 10.00 kami semua sudah masuk area the JUNGLE. Kesan pertama. wuihhhhh Bujubune… bener-bener pasesedek… berjubel… wah wah. Semua sudah pasang bakalan gak lama nih. Akhirnya Pak Komar selaku koordinator rombongan memberi kebijakan dan keputusan. Kita gak lama-lama disini, liat saja tempatnya penuh dengan manusia, dan yang membuat sangat kecewa, “Mana Hutannya?????” “Katanya the JUNGLE!!!!” anak kecil aja tau…. kok panas begini. Ini sih sama saja dengan Ocean Park yang pernah kami kunjungi 2 tahun lalu. Tapi untuk Ocean park kami sangat maklum karena memang Ocean temanya Laut, jadi kesan pepohonan agak jarang kami sudah tau. Yang ini kan the JUNGLE!!! mana pohom-pohonnya??? Okelah, karena masih baru. Tapi kami pikir, 2 tahun berselang pun, mana akan ada pohon. Wong pohon mau ditanam dimana. Bandingkan lagi dengan Waterboom Cikarang yang sudah lama ada. terkesan adem, sungai-sungar buatan yang diteduhi dengan pepohonan. Beda jauh lah.

Ok. kok jadi marah-marah gini. Gak sesuai dengan iklan di TV dan gambar di internet. Kami jelas kecewa berat. Ditambah area yang tidak cukup menampung banyak pengunjung. Bayangan kami, hutan yang banyak pepohonan (misalnya baru ditanam dan tumbuh, kami masih maklum).

Kekecewaan kedua, pas mau ganti baju. Ruangan Looker dipisah antara pria dan wanita. Berbeda dengan di Ocean park yang disatukan. Namun dipisah saat ruangan ganti dan bilas. Dengan kondisi terpisah di ruangan looker antara khusus pria dan wanita, jelas kami bingung. Sampai petugas jaga, selalu teriak-teriak, Pak itu khusus wanita … terus Bu, ini khusus pria … bla bla, Repot sendiri, kan???

Coba belajar dari Ocean Park. Yang mengatur ruangan seperti itu. Jadi kami ngerti sendiri, pas mau ke ruangan bilas atau ganti ke bagian masing-masing. Nah di the JUNGLE kalo looker sudah dipisah, sementara pakaian yang dibawa pengunjung kan disatukan antara pakaian ayah, bunda, anak-anak. Jadi kami bingung sendiri. Sambil kami bersahut-sahutan dari luar ke dalam. Ini pakaian dimana simpennya. bla bla bla.

Kecewa ketiga, ternyata area atau permainan yang ada, tidak lebih baik dibandingkan kompetitor yang sudah ada 1-3 tahun sebelumnya. Kecuali teater 4-dimensinya kali ya. Tapi itu juga harus bayar lagi kalo ingin menikmati fasilitas tersebut. Jadi bener-bener ‘standar’ untuk kelas ini.

kecewa keempat, ini mungkin karena masih dalam tahap membangun. Sekitar the JUNGLE, maksudnya area belanja seperti gedung-gedung dan sarana jalan masih dalam tahap pembangunan. Sehingga bisa dibayangkan jalan dan gedung yang masih penuh dengan debu. Jadi saat kami datang maupun pulang, kami disambut oleh debu yang beterbangan karena angin dari kendaraan lalu lalang yang hendak parkir dan keluar. Keliahatan dipaksakan dioperasikan dulu the JUNGLE sementara lokasi sekitar masih belum jadi. Kesannya sareukseuk kalo dalam bahasa sunda mah.

Akhirnya kami akhiri menikmati fasilitas the JUNGLE pukul 13.00 (hanya 3 jam saja). Karena untuk beberes saja kami sampai pukul 14.00 karena antri di ruangan bilas dan ganti bajunya.

Ok. segitu dulu cerita dari sya, menikmati the JUNGLE. yang kami temui beberapa kecewaan. Namun kami senang, hanya karena anak-anak senang walaupun 2 jam saja.

Ke depannya, kami sarankan jika ingin menikmati sampai puas, jangan ambil di saat-saat liburan panjang sekolah. Jadi menurut kami, tetap the JUNGLE bisa menjadi acuan rekreasi keluarga. Tempat berenang yang menarik untuk anak-anak. Hanya tidak seheboh seperti di iklan. Masih banyak tempat lain yang lebih menarik dan lengkap.

Resume: 2,5 jam perjalanan, 30 menit ganti baju, 3 jam menikmati the JUNGLE, 1 jam mandi dan beberes, dan 3 jam perjalanan pulang (mampir dulu di Purwakarta untuk beli oleh-oleh keluarga).

10 Responses to “Wisata ke the JUNGLE”

  1. mulyanto July 7, 2008 at 3:20 pm #

    wah kok ngajak-ngajak yah. mentang2 aku dah pindah kantor :p

  2. aWi July 8, 2008 at 12:36 pm #

    aduuh, sayang mas Mul. habisnya lost contact sih. Kita-kita malahan kebingunan dengan kursi kosong yang banyak. Mau ngajakin siapa-siapa, yaa yg deket-deket aja. Yg sering keliatan.

  3. parmis July 17, 2008 at 9:08 am #

    tapi yang penting hepi lah

  4. aWi July 17, 2008 at 9:26 am #

    jadi panasaran ka Ocean Park deui euy. Tapi sigana, pada palay ka Pangandaran, nyak?

  5. ujang August 25, 2008 at 3:41 pm #

    minta alamat the jungle donk…! soalnya calon istriku minta jalan-jalan kesana.

  6. aWi August 26, 2008 at 12:30 pm #

    di Komplek perumahan Bogor Nirwana Residence, Kang Ujang. Tepatnya di jl. Pahlawan Bogor, dekat SMA 4 Bogor, ada angkot O2 Sukasari yang melewatinya.

  7. heri May 21, 2009 at 9:48 am #

    report yang bagus
    kpn2 klo mo ??
    nggak apa2?

  8. rio August 2, 2009 at 9:29 am #

    klo dari parung dekatnya lewat mana?

  9. Masdilla August 21, 2009 at 11:41 am #

    mw kesana skrg, dan ini yang ke 2 xnya…

  10. hup December 3, 2009 at 9:46 pm #

    aduhh tapi kok kayanya panas sekaliii yahh??
    kallo sekaragn kesananya kira” udah mendingan belum yahh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: