perasaan yang berbeda pagi ini

16 Jun

Pagi ini, senin 16 Juni 2008 pukul 08.30 saat akan berangkat ke kantor ada perasaan yang berbeda. Saya tau penyebabnya. Namun tetap saja tegang dan berharap lancar di jalan. Jujur saja, walaupun pergi ke kantor sudah yang ke lebih seribu kalinya, baru kali inilah saya ditemani si Black Macho yang memiliki sistem manual yang belum pernah saya coba di jalan raya sesungguhnya. Ya karena sebelumnya saya ditemani si Lady Red alias Vario.

Oke. Mengucapkan doa terlebih dahulu, kemudian meminta doa restu ke istri dan anak. Mulailah berangkat pagi ini ke kantor. Waw…. pagi yang cerah. Saya belokkan ke arah jalan kampung dulu, biar pemanasan.  Melewati perumahan Antabaru, lalu Cingised. Mulai ditemui jalan rame. Banyak motor. Saya masih merasakan kebiasaan bermotor dahulu. Santai saja. Kecepatan 40-60km/jam.

Tibalah di perumahan Antapani. Disinilah diuji kelihaian bermotor besar dan manual. Namun rupanya si Black Macho santai saja menyantap jalan ini. Saya semakin pede saja. Namun tetap dalam koridor hati-hati. Kecepatan mulai meningkat ke 60-75km/jam. Masuk ke terusan Jl.Jakarta dan WR.Supratman.

Saya rasakan sensasi si Black Macho, yang dipandang beberapa pasang mata ini motor apa. Mungkin dalam benak mereka. Akhirnya sampailah di kantor tercinta tepat jam 09.02 WIB.

Saya ambil kesimpulan: TVS APACHE alias black macho. Akselerasi / tarikan awal yang bagus banget. Karena mungkin dengan sistem RTR tadi. ke kecepatan 75km/jam hanya butuh 5 detik saja. Namun suara mesin cukup besar. Dan sedikit bergetar. [ini coba saya pahami karena saya jarang ambil gigi tinggi utk kecepatan tertentu, dan lagian saya sebelumnya pake Vario jadi kerasa banget bedanya – mungkin masih kaget]. Untuk suspensi, sangat empuk pas di jalan-jalan rusak. Bisa saya bablas saja, tanpa mengganggu kenyamanan. Tapi tetap saya gak akan biasakan, karena bisi merusak black macho.

Dengan speedo digital saya bisa dengan mudah melihat kecepatan. Namun yang rada mengganggu, info tangki bensin agak kurang akurat, kadang-kadang ada 5 bar, kadang-kadang 4 bar kemudian 5 malahan jadi 6. Wah mesti punya feeling kapan bensin habis nih.

karena masih motor baru, mungkin rider-rider di jalan masih bingung. Jadi kadang-kadang jadi pusat perhatian. Jadi malu nih.

Oke. segitu dulu review si Black Macho-nya. Karena baru sekali jalan Rumah ke kantor saya belum terlalu banyak/detail membahasanya. Di lain waktu, setelah mengenal lebih dalam, Saya sambung kembali

23 Responses to “perasaan yang berbeda pagi ini”

  1. airrias June 16, 2008 at 11:37 am #

    wah selamat yaa mas awi… jadi ngiri nih saya.

  2. Alif July 2, 2008 at 8:26 am #

    Saya senang sekali membaca review anda tentang TVS Apache. Rencananya saya juga mau ambil. Saya sudah mempelajari beberapa review dari negara asalnya di India sana. Beberapa review menuliskan ada beberapa masalah dengan :
    1. Getaran mesin pada kecepatan 60-70 kmph
    2. Gigi 1 & 2 kadang sering meloncat sendiri ke posisi netral
    3. Perpindahan gigi 3-5 agak keras
    Apakah masalah diatas anda temui saat pemakaian motor tsb? terus berapa km/liter konsumsi bensin riil di jalan? Saya sangat berharap anda bisa sharing ke teman2 semua mengenai hal ini. Jadi kita bisa lebih yakin utk ambil motor ini. Thx b4.

    Wassalam…

  3. awi July 2, 2008 at 11:53 am #

    Thanks atas kunjungannya Mas Alif. Ok. setelah saya pakai selama 2,5 minggu PP rumah – kantor (total 32 km). Kesimpulan saya sebagai pemakai TVS Apache RTR 160:
    1. Getaran mesin terasa saat di atas kecepatan 90 kph. (di bawah itu normal, asal di posisi gigi yang pas). Mungkin masalahnya gigi hanya sampai 5. Kalo ada 6 bahkan 7, bisa halus.
    2. Situasi itu belum pernah saya alami. Yang kadang-kadang saya alami, saya agak kesulitan ke posisi netral (mungkin saya belum berpengalaman di sistem kopling – sebelumnya pakai Vario).
    3. Keras disini bunyinya, mungkin. Untuk pengalaman saya, antara pindah 2 ke 3 atau kebalikannya. Untuk hentakan cukup pelan saja, hanya bunyinya keras. baik itu pindah 2 ke 3 dan kebalikannya. Tapi bagi saya, itu menjadi pengingat, “ohhh itu pindah ke gigi 3, atau oohh itu pindah ke gigi 2. Yang kadang-kadang sy lupa. Ini gigi berapa, ya.

    Terus mengenai konsumsi bahan bakar. Setelah saya hitung-hitung 1:45 (untuk kondisi di kota dan macet). Saya belum mencoba keluar kota atau situasi yang lancar. Karena dipakai untuk harian ke kantor saja, dimana jamnya adalah jam pergi dan pulang kantor. Ohya, itu saya pakai Premium dan Oli Revtex (yg direkomendasikan TVS).

    Ehya, Sebagai perbandingan Suzuki Thunder 1:45, Pulsar 180cc antara 1:38 – 1:42

  4. Alif July 2, 2008 at 1:08 pm #

    Wow, thx untuk jawabannya. Jd makin mantab nih. Soalnya orang2 disekitar saya rata2 masih Honda minded. Saat saya tanya pendapat mereka soal TVS Apache ini, langsung mereka antipati.Alasanny harga jualnya yg jatuh lah, teknologinya belum teruji,dsb. Kebanyakan malah menyarankan Tiger atau Mega Pro (yang harganya menurut saya nggak masuk akal).Yah, mereka berasumsi dari pengalaman Mocin bbrp tahun yg lalu, memang kualitasnya dibawah rata2. Tapi memang ada satu keraguan saya mengenai ketersediaan spare part, karena saya tinggal di Kota kecil di Jateng. Dimana tidak ada dealer & service center TVS disini. Jadi harus ke ibukota propinsi terdekat, yaitu semarang. Kira-kira kapan ya TVS ekspansi ke daerah?🙂

  5. awi July 2, 2008 at 1:31 pm #

    wah tunggu aja, mas alif. Yang saya tau dari teknisi dan sales TVS, saat saya service pertama, mereka (maksudnya TVS sebagai perusahaan), sedang ekspansi besar-besaran di kota-kota di Jawa Barat, diantaranya baru membuka di Cirebon, Cianjur, Sukabumi dan sekitarnya (Jawa Barat bagian barat). Ini dibuktikan dengan kesibukan mereka menge-pack motor-motor baru ke kota-kota tsb. (kiriman dari Jakarta).

    Sepertinya tidak akan lama lagi, kota-kota di Jawa Tengah akan mereka jarah juga…. kota kecil seperti Ciamis, Banjar (Jawa Barat bagian selatan) saja sudah ada dealer TVS. So, mas Alif sabar saja. Pasti mas Alif juga sudah tidak sabar melihat TVS Flame yg 125cc … hehehehe itu juga ditunggu kedatangannya. Katanya mau ambil pasar Thunder dan bebek-bebek. Jadi, TVS serius, kan? Wong, perusahaannya sudah hampir 100 tahun di India, dan masuk sebagai perusahaan terbesar ke-7 di Dunia otomotif.

  6. Alif July 4, 2008 at 9:48 am #

    Kemarin akhirnya saya mencoba test ride Apache.Hmm, kesan pertama : tinggi juga yah motor ini. Maklum biasa pake bebek😀. Posisi stang yang agak memaksa saya agak menunduk juga membuat jadi canggung. Beban berat badan yang biasanya hanya bertumpu di jok, terasa juga di pergelangan tangan.Yah mungkin belum terbiasa juga pake motor dengan desain sport.Ok, Start mesin. Hmmm, suaranya mirip kayak motor tetangga saya, (mpro).Langsung saya masukkan gigi 1, jalan pelan-pelan. Terasa sekali tenaga yang galak siap diajak lari. Masuk ke jalan raya saya naikkan ke gigi 2,3,4, & 5,speedo menunjukkan 70 kmph. Nggak bisa lebih karena kondisi jalan yang ramai. Saat berhenti di lampu merah, saya mencoba untuk berhenti mendadak menggunakan rem depan. dan memang mantab sekali rem cakram ini. Beda sekali dengan mpro & thdr.Lepas lampu merah saya coba sedikit ngebut.Akselesarasinya cepat dan tenaganya terasa sekali. Sebenarnya kalo boleh saya cari jalan agak sepi untuk menjajal top speed.Tapi kayaknya nggak mungkin dtengah kota ada jalan sepi🙂.Saya mencoba untuk menyalip beberapa motor lain, ternyata agak berat stang ini diajak zig-zag, kayaknya kurang cocok kalo untuk daerah macet nih.
    Akhirnya balik lagi deh ke dealer.
    Kesimpulan sementara:
    1. Getaran mesin belum terasa, mungkin karena top speed nya kmrn cuma bisa 70kmph.
    2. Perpindahan gigi sangat halus. Perpindahan keposisi netral pun sangat mudah.
    3. Posisi duduk, serta desain stang yang sporty akan membagi berat badan ke dua titik. Jok & pergelangan tangan. Tapi saya pikir kalo sudah terbiasa , nggak akan jadi masalah.
    4. Untuk kondisi jalan ramai dan macet, motor ini kurang pas. beruntung kota tempat saya tinggal tidak pernah ada yg namanya macet🙂.

    Motor ini di semarang dibandrol 16,8 jt OTR. Lebih mahal 300 ribu dari jakarta & sekitarnya. Saya indent warna hitam, dijanjikan akhir bulan ini barangnya siap. Hmm, tinggal menghitung hari deh nih….😀

  7. awi July 4, 2008 at 10:55 am #

    wow, welcome aboard mas Alif … selamat ya atas pilihan mas Alif. Btw, Jadi di Semarang ambilnya? Gimana nanti utk service? Kalo masih di Salatiga, agak deket kali ya…. Ehya, sudah itu join ke Miliz Apache. Sharing disana, dan tentunya mudah mudahan dapet info tambahan lain dari yang lain juga. Kita coba membesarkan miliz Apache. apache-indonesian-riders@yahoogroups.com

  8. teguhriandi July 23, 2008 at 3:30 pm #

    halo mas awi
    selamat atas pilihan APache RTR nya
    saya juga apernah test ride di PRJ
    cuman sebenter aja…

    sebenernya kepincut juga dengan RTR
    apalagi Istri ku, semangat banget dengan RTR160 ini….
    tumben2an padahal kalo masalah motor dia cuek…
    pas lihat RTR160, kesengsem dia……

    memang ada rencana Flame 125 masuk ke indonesia?
    wah , itu motor keren banget
    XCD125 dan Thunder125 design nya lewaat….

    saya naksir berat sama yg RTR injection
    udah mantab banget pake double disc
    ada airscoop juga ditangki …keren…

    tapi kek nya masih nunggu dulu cicilan LIbero lunas dulu😛
    sambil lihat perkembangan diler TVS di jakarta
    semantara ini Jakarta cuma ada 3 diler
    dan itu jauh2 dari rumah saya….hehehe….
    itu juga salah satu dfaktor saya mengurungkan ambil RTR160

    ditunggu review RTR160 lagi mas
    dan sering2 posting review nya mas Awi di milis apache
    biar pada tau tentang RTR dari pemakai
    bukan dari ocehan salesnya …hehehehe…

    salam,
    Teguhriiandi

  9. aWi July 24, 2008 at 8:53 am #

    Terima kasih atas kunjungannya Mas Teguh.

    Iya, mas teguh. saya nasibnya hampir sama dengan Mas. Saya sudah naksir berat dari pas launching di India (kalo gak salah Maret 2007) lewat website mereka. Sekarang website-nya di-update ke versi Fi (wuihh lebih keren lagi). Tapi berhubung saya belum membereskan Varionya, saya hanya bisa ngacay saja hehehe. Setelah urusan Vario selesai, saya langsung DP-kan ke Black Macho, Mei akhir lalu.

  10. Rayburn August 12, 2008 at 10:52 am #

    Minta Posting & review lagi Mr. Awi
    setelah pake bbrp bulan ini.ada kendala ap,dsb.
    & kasi foto2 lagi donk Black Macho-nya.

    lagi cari motor laki…
    tertarik jg dgn Apache 160 RTR.
    quality & performanya kyknya bagus.

    thx.

  11. aWi August 13, 2008 at 10:55 am #

    Sekarang memasuki bulan ke-3. Saya sungguh senang dan puas dengan tunggangan saya, black macho. Konsumsi bahan bakar 1:48 (sampai 50). Service memuaskan. Tarikan mantabbs (utk putaran awal). Dan sampai detik ini, mesin tidak pernah bermasalah.

    Ambil aja bro ray. Gak akan nyesel lo. beneran.

  12. amin August 13, 2008 at 3:24 pm #

    assalamualaikum kang awi,kumaha kang? damang?
    kemarin ngubek2 internet,beberapa hasil investigasi dari tvs apache rtr :
    1.teknologi pengapian rtr ternyata teknologi baru (penyempurnaan dari teknologi IDI lama).biasanya untuk motor, yang dipakai ialah sistem pengapian CDI dan TCI

    2.ini yang belum tau bener nggaknya,katanya user diindia,memang sebelum service kedua,untuk ngegeber motor diatas 70 kph masih berat,tapi setelah service kedua,baru terasa bedanya (tarikannya jadi enteng).bener ga tuh kang?(kang awi udah nyampe service keberapa?)
    catatan :sebelum odometer mencapai 1000 km,disarankan jangan terlalu sering menggunakan rpm tinggi (baca :jangan dipake ngebut2an dulu)agar tidak terjadi kebocoran kompresi.

    3.agustus ini diindia akan dilaunching racing kit untuk tvs rtr (tapi resmi dari pabrikan tvs,jadi nggak menghilangkan garansi resminya).kira2 sampe diindonesianya kapan ya kang?

    4.tvs sedang riset buat motor barunya yang ber cc lebih besar (sekitar 180-200cc) dan akan dilengkapi dengan featur ABS (mantep nggak tuh kang?).tapi kalo yang terakhir ini masih berbau2 gosip (belum ada statement resmi)

    5.kalo mau ngerubah dari tvs rtr jadi rtr efi tinggal plug n play dengan sedikit penyesuaian (beneran ga yah?)

    bener gak yah ?we’ll see…
    nuhun pisan nya kang😉

  13. Rayburn August 14, 2008 at 10:17 am #

    thx infonya.

    iya memang pilihan sih jatuh pada 3option:
    Minerva R150 (modelnya ga keren)
    Pulsar 180 Dts-i
    Apacha 160rtr .
    nah performa yg kyknya paling menyakinkan tuh ya APACHE 160 RTR.
    (cm ya lom byk review dr pemakai Apache ini)
    lom pernah test ride apache…kl pulsar ud pernah…enak jg pakenya.

    btw lampu depan emang katanya agak kegedean ya😀

  14. aWi August 14, 2008 at 1:56 pm #

    Saya sudah service ke-2. di KM 1300-an. Perasaan sudah makin enakeun. dan enteng. digeber ke 70 kph dengan melesat cepat. sampai RPM 7000-8000.

    Di India sekitar Oktober-Nopember tahun ini akan di-launch juga RTR Menace 180cc (http://www.cubiccapacity.com/tvs-to-launch-apache-rtr-menace-180cc)
    –> gak tau issue atau benar.

  15. ferry August 22, 2008 at 2:38 pm #

    saya masih nunggu kiriman dari dealer niy….

    pesen yang kuning :D:D:D

    rencana, in reyen selama puasa, trus pake mudik ke magelang (kebetulan udah ada dealernya juga)…

    ada yg tau cara in reyen yang baik dan benar tidak? jgn sampe gagal reyen soalnya. baiknya kecepatan dibawah berapa, rpm berapa, muatan berat berapa, sampe odo berapa kilo.

    trims sebelumnya…

    p.s, blm daftar milis, coz motor blm ditangan…

  16. amin August 22, 2008 at 3:28 pm #

    buat mas ferry,
    kalo dari yang saya baca,reyen apache sampe odometer menunjuk angka seribu (1000 km) sebisa mungkin dibawa dalam kecepatan 50-60 kpj,pada rpm 4000-5000 (harus diingat,soalnya apache dari awal odometer 0 km,untuk narik sampe ke 70 kpj enteng,makanya jangan digeber dulu)
    kalo dari user diindia bilang apache sebelum service ke 2 (1000 km) biasanya akan berat nariknya diatas kecepatan 70 kpj.setelah service ke 2 baru terasa enteng untuk narik > 70 kpj.ini juga tergantung perlakuan user saat reyen,kalo reyennya hati2 hasilnya akan baik.
    mudah2an bermanfaat.
    kang awi,ijin nulis nih hehehe..

  17. aWi August 22, 2008 at 4:21 pm #

    silahkan mas amin. Saya juga senang dapet nambah informasi dari mas amin.

    Untuk mas ferry, sebenarnya gak mesti punya apache dulu baru gabung. Walaupun miliznya masih sepi hehehe.

  18. Rayburn August 22, 2008 at 6:00 pm #

    ayo testimoni yg byk dari para apache rider…

    butuh info sebanyak2nya biar yakin 1000%.

    tp g sbnre berharap ada yg versi Refresh ato ga ada Part(fairing tangki) yg PnP.

  19. ferry August 25, 2008 at 10:29 am #

    si kuning udah dateng kemarin sabtu…kena naik 600 ribu (hiks….) tapi dari pada lama lagi, ya udah hajar 600k.

    langsung isi full tank (gag tau mana yg boong), sy isi 16 liter lebih baru full…

    trus cuma narik 30 kpj di hari pertama, kemarin baru narik 50 kpj, itu juga cuma rpm 2500-3000… gag ada perasaan mesin mbrebet karena salah gigi, tanpa perlu tarik kopling.

    tarikan sampe 50 kpj enteng, jadi penasaran narik lebih kenceng :D:D

    yg saya rasakan dari si kuning, sok depan kurang meredam gelombang jalan, tapi bukan berarti gag nyaman, sok belakang nyaman jika setelan sesuai ama berat rider n kondisi jalan (padahal dari baca testimoni rider india katanya gag nyaman)

    postur tubuh saya, 176cm-62kg, posisi riding saya rasa pas banget, jadi gag perlu ubahan apa2, gag nunduk banget yg bikin cape, tapi juga gag tegag banget yg bisa bikin ilang kewaspadaan kalo pas naik si kuning. juga posisi footspeg, begaya racing, tapi gag cape… secara tampilan, sayang aja gag ada opsi cakram belakang, n blm ada akesoris pnp shroud, jadi mesti usaha sendiri…

    selama inreyen 2 hari sejauh 60 km, gag rasain false netral kayak merk lain yg senegara, suara knalpot juga pas, bersuara laki2, gag kayak motor matic.

    sejauh ini, itu dulu. stnk baru datang 3 mingguan, karena lokasi dealer yg jauh…mesti kirim berkas n birokrasi.

    tapi ada satu penyesalan, jaket n helm gag mencerminkan motor…dapetnya jaket tipis banget, helm half face yg totally uncomfortable. sayang, padahal, itu bisa membawa poin plus n minus dalam berjualan motor. kalo liat helm n jaketnya, bakal gag percaya kalo motornya keren….

    daftar milis ah…..:D:D:D

    buat tuan rumah, gimana kalo bikin artikel baru, buat nampung segala hal tentang apache, jadi gag pada kepisah2 di berbagai artikel njenengan (cuma saran lho🙂 )

  20. aWi August 25, 2008 at 2:25 pm #

    pertama, selamat ya bro Ferry atas kedatangan tunggangan yang baru…

    kedua, di dalam masa reyen perlakukan di kuda dengan baik dan hati-hati. Agar ke depannya perasaan yang sama saat masih baru, bisa bertahan lebih lama.

    ketiga, saya juga kecewa sama bonusnya. jaket saya kasihkan ke paman saya yang badannya kecil. sementara helm saya simpen utk cadangan saja. Itu juga gak muat di kepala saya.

    keempat, saya akan tampung ke topik baru, guna menampung testimoni rekan-rekan penunggang kuda india. Walaupun kebanyakan mereka yang hadir di blog, hasil pencarian di google….

    thanks bro ferry atas masukan dan sharing pengalaman pertamanya.

  21. ferry August 25, 2008 at 4:40 pm #

    udah daftar milis, tinggal tunggu app,

    emang, kayaknya banyak pengunjung yang datang ke blog bro awi hasil dari nge-gugel tvs apache.

    tapi saya yakin, rasa penasaran kami terbayar dengan masuk ke blog anda ini…

    semoga, jaringan dealer n bengkel resmi tvs semakin luas, dan tidak sekedar bengkel rekanan. sayang kalo motor bagus, tidak ditangani secara lebih serius.

  22. az147r September 29, 2008 at 2:07 pm #

    menarik nh motor,tp dikalsel lom ada😦 tp emang gmana ganti persenelingny? ng enak banget ya?

  23. aWi September 29, 2008 at 2:46 pm #

    Tunggu aja bro. Soalnya TVS sedang serius meluaskan jaringannya di seluruh Indonesia.

    Ini masih tahun ke-2, bro. So, waktu yang menentukan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: