Ditipu, UMY Minta Joko Kembalikan Biaya ; Banyugeni dan ‘PLT Jin’ Distop

16 Jun

YOGYA (KR)< – Rektor UMY Dr Khoiruddin Bashori akan ‘mengejar’ dan menuntut Joko Suprapto dari Nganjuk, setelah Badan Pelaksana Harian (BPH) menyatakan proyek Banyugeni dihentikan dan Pembangkit Listrik Mandiri (PLM) ‘Jodipati’ dinyatakan gagal, bahkan disinyalir ada penipuan. Meski menurutnya yang bersangkutan sudah memberi kesanggupan mengembalikan biaya dalam kerja sama tersebut.

Sementara, berkait penyelesaian masalah hukum, BPH telah menunjuk Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UMY sebagai kuasa hukum. Karena dalam hal ini terdapat aspek pidana penipuan, UMY juga akan melaporkan Joko Suprapto ke Polda. Sedang di sisi lain, UMY juga akan roadshow ke daerah-daerah untuk melakukan klarifikasi karena Tim Banyugeni sudah roadshow ke beberapa daerah.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan pers di Kantor PT Mentari Prima Karsa (PT MPK), Jumat (13/6) siang. Penjelasan diberikan Wakil BPH UMY Ir HM Dasron Hamid MSc, Rektor UMY Dr Khoiruddin Bashori, Kepala BHK UMY Ahmad Ma’ruf SE MSi, Kepala PKBH UMY Mochtar Zuhdi SH serta Direktur PT MPK Ir Riang Indartoro.
Pertemuan untuk memberikan penjelasan setelah dilakukan pembongkaran pembangkit listrik oleh PT MPK, sebuah badan usaha milik UMY yang diberi kewenangan melakukan telaah teknis Pembangkit Listrik Mandiri ‘Jodipati’ (yang dalam ‘bahasa’ UGM disebut Pembangkit Listrik ‘Tenaga Jin’) pada Kamis (12/6) di Sonosewu. Sementara pengangkatan PLM ‘Jodipati’ dari tempat ‘menanam’ di Kampus UMY Tamantirto dilaksanakan Rabu (11/6).
Dari hasil pembongkaran terungkap, PLM ‘Jodipati’ sebagai kelengkapan Banyugeni yang diklaim menghasilkan daya 3 Mega Watt itu ternyata tidak ada apa-apanya. Kotak berukuran 60 x 60 x 90 cm (bukan 60 x 40 x 40 cm) tersebut di dalamnya terdapat 2 variac velding cable (kabel las), isolasi putih, tulangan besi galvanis 6 mm. Yang semua tidak layak secara teknis sebagai pembangkit listrik. Pembongkaran disebut Ahmad Ma’ruf dilakukan beberapa ahli teknik elektro dari UMY di antaranya Ir Agus Jamal dan Ir Ri’fan Taskif MT dengan beberapa pakar kelistrikan UGM yang diundang secara pribadi oleh BPH UMY yakni Prof Dr Adi Susanto, Dr Sudiartono dan Dr Sarjiyo.

Setelah 2 Bulan
Dasron Hamid mengemukakan, bila kecurigaan akan ketidakberesan di balik proyek Banyugeni ini kian meningkat ketika mendengar pro-kontra bahan bakar air serta kabar Joko Suprapto menghilang. BPH katanya sudah meminta ditelaah kembali dan memberi kesempatan tim dalam 2 bulan untuk meneliti dan memberi penjelasan tentang proses air menjadi bahan bakar. “Setelah 2 bulan tim tidak dapat membuktikan maka diminta untuk menghentikan sementara Banyugeni. Sementara genzet yang sudah ditanam beberapa bulan, diminta juga untuk dibongkar,” jelas Dasron. Menurut Ir Riang, keterkaitan genzet dengan Banyugeni ini konon, Banyugeni akan menjadi efisien bila prosesnya menggunakan genzet tersebut.
Meski demikian PT MPK yang mendapat tugas melakukan telaah teknis menurut Dasron masih mencoba memberi waktu tenggang seminggu. Bersamaan dengan telaah teknis juga dilakukan telaah akademis terhadap Banyugeni dilakukan Senat UMY pada Kamis (5/6). Salah satu keputusannya adalah penelitian Banyugeni tidak layak dilakukan, tambahnya.
Pembongkaran yang dilakukan kemarin adalah untuk membuktikan apakah yang ada ini sebuah karya besar atau kebohongan besar. “Kalau karya besar tentu akan diapresiasi. Namun kalau kebohongan tentu akan dibuka, supaya tidak membohongi pihak lain. Kalau ini terbongkar, mudah-mudahan tidak ada orang lain lagi yang terbohongi,” katanya.
Dikatakan, saat pembongkaran suasana sempat sedikit tegang. Karena ada ‘teror’ dan ancaman yang menyatakan bahwa ‘Jodipati’ mengandung obat-obatan sehingga dikhawatirkan akan membuat radiasi. Juga ada ancaman bila dibongkar akan bisa meledak. “Karena itulah dalam pembongkaran kemarin kami juga menghadirkan Polsek-Polres. Di dalam kotak itu ternyata hanya berisi bongkahan beton dan kabel,” jelas Dasron.

Kronologi
Secara kronologis, 13 Februari 2008 lalu, UMY me-launching bahan bakar air yang diberi nama ‘Banyugeni’. Untuk melindungi merk ‘Banyugeni’ tersebut waktu itu disebut Rektor UMY Dr Khoiruddin Bashori sudah dipatenkan di Ditjen HAKI Dephuk HAM dengan nomor 00.2008.004866, sementara pematenan teknologinya juga sedang dalam proses. Temuan tersebut waktu itu disebut sebagai hasil penelitian peneliti UMY yang terdiri dari Drs Purwanto (konsultan ahli bidang pengembangan teknologi), Ir Bledug Kusuma Prasadja MT, Ir Tony K Haryadi, Ir Lilik Utari MS dan Dra Nike Triwahyuningsih MP dan sudah dilakukan sejak 2007.
Saat launching yang juga dihadiri Bupati Bantul Idham Samawi tidak hanya ditunjukkan penggunaan Banyugeni untuk lampu teplok, kompor minyak namun juga traktor dan sepeda motor. Bupati Bantul dan Rektor UMY waktu itu sempat berboncengan menggunakan motor berbahan bakar air tersebut. Bahkan waktu itu Bupati Bantul mengatakan siap bekerjasama dengan UMY untuk mengembangkan bahan bakar air, jika lebih diutamakan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat.
Dalam perjalanannya kemudian terungkap bila Purwanto dan Joko Suprapto pernah menghubungi UGM mengenai hal yang sama. Namun karena tidak sanggup membuktikan secara ilmiah, UGM merasa ada ketidakberesan di balik semua itu. Apalagi ketika alamat-alamat yang diberikan dicek, ternyata merupakan alamat orang lain.

Langkah Hukum
Menyadari akan adanya penipuan berkedok inovasi teknologi ini BPH segera mengambil langkah hukum. Untuk internal, ada komite kedisiplinan yang akan melihat sejauhmana ‘kesalahan’ itu dilakukan. “Sekarang semua sedang dalam tahap penelitian komite kedisiplinan. Namun semua kewenangan PP Muhammadiyah, ” jelas Dasron.
Sedang langkah-langkah hukum menurut Kepala PKBH UMY Mochtar Zuhdi karena ada peristiwa keperdataan yakni transaksi sewa menyewa akan lebih dulu dikalkulasi akibat yang ditimbulkan, misal nominalnya berapa termasuk kerugian immaterial. Kalau diselesaikan menurut Zuhdi, aspek keperdataannya dianggap selesai. (Fsy)-a

dikutip dari http://www.kr.co.id/web/

2 Responses to “Ditipu, UMY Minta Joko Kembalikan Biaya ; Banyugeni dan ‘PLT Jin’ Distop”

  1. agungk June 18, 2008 at 9:45 pm #

    wah..kalau aku pihak UMY, malu aku. koq bisa ditipu insinyur klenik macam rombongan si Joko ini?
    Semoga UMY tidak mencerminkan gambaran umum perguruan tinggi kita.
    sebagai institusi ilmiah, mustinya mereka memegang teguh prinsip-prinsip metode ilmiah, bukannya malah manut wae ketika disodori black box yang isinya antah-berantah.

    • Ahmad Subakin November 28, 2012 at 10:07 am #

      itu bukan UMY yang ceroboh, kelihatannya pt MPK itu yang perlu tanda tanya. biasanya begitulah kalau kepemimpinan double, ya di UMY, jadi pemegang saham PT MPK dan dikepengurusan PPM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: