Pangandaran after Tsunami

5 Jun

Ini sebenarnya cerita liburan kemarin, 30 mei – 1 juni 2008 kami sekeluarga ke Pangandaran. Ide ke Pangandaran adalah ide ayah saya, yang sudah ngidam akan makanan sea-foodnya. Selain itu, pangandaran adalah tempat wisata keluarga yang jauh belasan tahun lalu telah menjadi favorit kunjungan.

terakhir berkunjung adalah di sepertiga di tahun 2005 lalu. Saat itu, Pangandaran di jaman krisis menurut kami telah mengalami penurunan kualitas. Nah bayangan kami saat mau berkunjung lagi juga, begitu. Karena kami pikir, setelah terkena tsunami, apakah pangandaran akan bangkit dengan wajah baru? atau worst malahan ….

Jumat itu, kami berangkat sekeluarga dari bandung, pukul 07.00. menggunakan mobil rental, Innova. Jalan tidak terburu-buru, santai saja. Makan dulu di Purbasari, Rancaekek (makan pengganti pagi). Lalu lanjut perjalananan lagi. Melalui kota Banjar, sempet saya melihat Dealer TVS, wah hebat juga telah invest di kota Banjar. Serius euy TVS. hehehehe. Secara umum perjalanan sangat lancar, tidak bersaing dengan kendaraan besar ataupun kendaraan pribadi. Sempet sholat jumat dulu di jalan (saya lupa nama lokasinya), kemudian dilanjutkan dan akhirnya pukul 13.45 WIB sampai di pangandaran.

Kami lalu mencari tempat menginap yang menjadi langganan kami, Hotel Lugina. Wah ternyata hotel ini salah satu yng terkena Tsunami. Sedang renovasi besar-besaran. Dan kata resepsionis disana, target mengejar pasar Lebaran nanti. Wah untuk saat ini tidak menarik untuk dijadikan tempat menginap. Bisa-bisa terkena debu bangunan hehehehe.

Lalu jalan sedikit dari hotel itu, kami menemukan arah petunjuk Hotel Pantai Sri Rahayu, yang terletak di Pantai timur pangandaran. Kami coba masuk, menarik juga ini hotel, Rupaya telah direnovasi, terlihat dari fisik bangunan yang terlihat baru dibangun kembali.

akhirnya kami menetapkan pilihan di hotel ini. Lalu ramai ramai kami angkut angkut barang bawaan ke kamar hotel masing-masing.

Wah sore itu, ngapain ya. Jalan-jalan

Selanjutnya saya coba cerita melalui foto-foto

Pantai Timur Pangandaran

Sunset di pantai timur

Dasarrrr anak-anak, sempet sempetnya berpose narsis xixixixi

ayah-ibu sempet bermotor-motor ria

Juga keponakan dan andrea, bersepeda ria.

berenang di fasilitas hotel tempat kami menginap

Tampak dari atas, kegiatan mencari ikan dan jual beli hasil tangkapannya

tempat kami menginap

rame kaya di pasar

makan siang di tempat favorit

wah indahnya melihat matahari terbenam di pantai barat

sempet bermain pasir dengan anak-anak

ke cagar alam

ke pasir putih

narsis dulu di cagar alam

di Rajapolah, membeli khas produk tasiklamalaya

Kesimpulan dari perjalanan 2 malam, 3 hari di pandandaran adalah. Secara fisik telah ada upaya untuk memperbaiki sarana dan prasarana. Dari kebersihan, Pangandaran menjadi lebih bersih dibandingkan terkahir kami kesana 3 tahun lalu. Namun dari segi pengunjung, kira-kira sangat menurun tajam.

Akhirnya kami pulang dan sampai di rumah pukul 20.30 di rumah di bandung. Kami terkenang akan kembali lagi kesana.

3 Responses to “Pangandaran after Tsunami”

  1. nurdin June 6, 2008 at 8:03 am #

    wow……masih indah ternyata ….
    Jadi kepingin kesana lagi,,,,

    kali ini sama keluarga.
    Dulu sama temen, pake acara naek kuda, dan jatuh.. padahal sering latihan naek kuda di Ganesha.

  2. Jafar October 9, 2008 at 6:31 am #

    aduuhhh..teu di teraskeun ka batukaras sareng ka green canyon ?? atuh rugi ah tebih tebih ti bandung

  3. agung March 26, 2011 at 3:02 am #

    semoga anda datang lagi…pangandaran sekarang sudah lebih indah dari tahun 2008….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: