Rumah seribu cermin

29 Apr

Dahulu, di sebuah desa kecil yang terpencil, ada sebuah rumah yang dikenal dengan nama “Rumah Seribu Cermin.” Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan di desa itu dan melintasi “Rumah Seribu Cermin”. Ia tertarik pada rumah itu dan memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya.Sambil melompat-lompat ceria ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu depan. Telinga terangkattinggi-tinggi. Ekornya bergerak-gerak secepat mungkin.

Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat ada seribu wajah ceria anjing-anjing kecil dengan ekor yang bergerak-gerak cepat. Tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan senyum lebar, hangat dan bersahabat. Ketika ia meninggalkan rumah itu, pada dirinya sendiri, “Tempat ini sangat menyenangkan.Suatu saat aku akan kembali mengunjunginya sesering mungkin.”

Sesaat setelah anjing itu pergi, datanglah anjing kecil yang lain. Namun, anjing yang satu ini tidak seceria anjing yang sebelumnya. Ia juga memasuki rumah itu. Dengan perlahan ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu. Ketika berada di dalam, ia terkejut melihat ada seribu wajah anjing kecil yang muram dan tidak bersahabat. Segera saja ia menyalak keras-keras, dan dibalas juga dengan seribu gonggongan yang menyeramkan. Ia merasa ketakutan dan keluar dari rumah sambil berkata pada dirinya sendiri, “Tempat ini sungguh menakutkan, aku takkan pernah mau kembali ke sini lagi.” Semua wajah yang ada di dunia ini adalah cermin wajah kita sendiri. Bagaimanakah yang tampak pada orang-orang yang anda jumpai?

4 Responses to “Rumah seribu cermin”

  1. parmis April 29, 2008 at 2:26 pm #

    moal coment ah aksanana LALEUTIK

  2. Zener April 30, 2008 at 10:26 am #

    wajahku selalu imut dan cute khan. hahahhahah

  3. aWi April 30, 2008 at 10:33 am #

    itu karena daku sendiri merasa imut & cute … jadi liat kamu pun jadi imut & cute ….ūüėČ

Trackbacks/Pingbacks

  1. Siapa menabur Benih, dia yang memetiknya « Lesehan di anton wiguna pages - April 23, 2009

    […] tulisan yang pernah saya post-kan beberapa bulan lalu, “Rumah Seribu Cermin“. Kurang lebih artinya […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: